MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 13 Januari 2022 20:25
Nekat Lewat Jalur Ilegal

16 WNI Diamankan Hendak Menyeberang ke Malaysia

OPERASI PENCEGAHAN: Sebanyak 16 WNI asal Sulsel ditempatkan di rumah penampungan BP2MI Nunukan, karena mencoba masuk Malaysia melalui jalur ilegal.

NUNUKAN – Badan Perlindungan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Unit Reskrim Polres Nunukan mengamankan 16 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan, saat operasi pencegahan PMI ilegal, sekitar pukul pukul 05.00 Wita, Selasa lalu (11/1).

Para WNI tersebut terdiri dari 7 laki laki dewasa, 7 perempuan dewasa, 1 anak laki- laki dan 1 anak perempuan. Jumlah mereka terbagi dalam dua rombongan, yang merupakan dari Kota Sinjai dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mereka nekat pergi ke Malaysia untuk mengadu nasib, diduga melalui jalur ilegal. 

Para WNI diamankan saat di pelabuhan tradisional Haji Putri, ketika menunggu speedboat yang akan membawa menyeberang ke Tawau, Malaysia.

“Semuanya kami tempatkan di rumah penampungan BP2MI Nunukan. Kami amankan juga dua orang diduga sebagai calo. Yang merupakan bapak dan anak, berinisial H dan MF,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Nunukan AKBP F Jaya Ginting, kemarin (12/1). 

Dari keterangan para WNI, untuk bisa lolos ke Malaysia, membayar dengan jumlah bervariasi. Sesuai kesepakatan dari dua pria yang diduga calo tersebut. Ginting menegaskan, diamankannya dua orang calo itu, sekaligus menjadi edukasi bagi para warga Nunukan dengan profesi yang sama.

Lebih baik mencari pekerjaan lain, daripada mengambil uang demi menyeberangkan mereka secara unprosedural. Di Malaysia, dengan status mereka yang unprosedural. Para WNI akan menjadi buruan dan harus selalu lari ke hutan menyelamatkan diri. 

“Calo memiliki andil atas nasib kesengsaraan mereka. Yang dilakukan calo itu tidak benar dan kami harap mereka menyadarinya,” tegasnya.

Kedua terduga calo PMI sedang diperiksa Polres Nunukan. Pihaknya, selalu konsen ke pencegahan keberangkatan PMI ilegal. Karena tidak ingin nasib WNI akan menjadi deportan. Diusir tanpa membawa apapun, padahal sudah bekerja sekian lama.

Salah seorang PMI, Rohe (48) mengakui, tidak memiliki dokumen keimigrasian atau identitas kewarganegaraan. Saat ditangkap aparat, Rohe membawa serta istrinya Hartini (45) dan kelima anaknya.

“Kami lewat secara ilegal karena tidak punya dokumen. Kami sekeluarga pulang kampung awal tahun 2022, kebetulan ada keluarga menikah,” ucapnya. 

Rohe menuturkan, sudah bekerja di Malaysia sejak 1987 silam. Di daerah Semporna, bekerja di ladang sawit milik warga tempatan dengan sistem bagi hasil. Di Malaysia pula ia bertemu dengan jodohnya dan menikah tahun 1992. Rohe mengaku, terakhir kali ke Indonesia pada tahun 2012 lalu. Kali ini, pertama kalinya ia kembali menginjakkan kaki di Tanah Air sebelum akhirnya diamankan petugas.

“Kami sudah bayar Rp 3,2 juta ke tukang perahu. Kami terkejut saat ditangkap karena ini baru terjadi. Sudah lebih sepuluh tahun saya tidak pulang kampung,” tuturnya.

Sebagai PMI ilegal, Rohe tidak membantah keluarganya sering lari ke hutan demi menghindari kejaran aparat Malaysia. Statusnya juga membuat kelima anaknya tidak pernah mengenyam bangku sekolah. 

Anak pertamanya usia 28 tahun sampai anak bungsunya yang berusia 15 tahun. Hanya belajar membaca secara otodidak melalui handphone. Meski demikian, ia tidak pernah berpikiran menetap di Indonesia. Karena sejak muda ia bekerja di kebun sawit, merasa kehidupannya berada di Malaysia.

“Tapi kali ini setelah ditangkap, saya memutuskan tidak kembali ke Malaysia. Kami akan balik kampung saja dan bekerja di kampung,” ungkapnya. (*/lik/*/viq/uno) 


BACA JUGA

Senin, 08 Agustus 2022 10:51

Di Tarakan, Pemohon Warga Tidak Mampu Membludak

TARAKAN - Pemkot Tarakan menambah kuota afirmasi dalam Penerimaan Peserta…

Senin, 08 Agustus 2022 10:46
Pemkab Bulungan Masih Mendata

Nasib Honorer Mengambang, Masih Tunggu Arahan Lanjutan dari Pemerintah Pusat

Pemkab Bulungan masih mendata jumlah tenaga honorer yang ada saat…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:16

Pendapatan APBN Alami Kenaikan

TANJUNG SELOR - Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I,…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:03

Katanya Kuota Melimpah, Antrean Mengular, DPRD Minta Dinas Terkait Turun ke Lapangan

Antrean mengular sepanjang ruas Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, masih sulit…

Sabtu, 06 Agustus 2022 21:07

Inginkan Masa Penahanan di Lapas Tarakan

TANJUNG SELOR – Agenda persidangan perkara ilegal mining dengan terdakwa…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:52

Barang Bukti Ilegal Dibakar

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Tarakan Wilayah…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:47

Sementara hanya 2 Saksi

TANJUNG SELOR - Sidang perkara ilegal mining dengan terdakwa Hasbudi,…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:45

Waspadai Kosmetik Ilegal, Temukan 1.740 Produk Tanpa Izin Edar

TARAKAN – Masyarakat agar lebih waspada dalam pembelian kosmetik. Apalagi…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:57
4 Bulan, Sudah 47 Kg Sabu Asal Malaysia Diamankan di Nunukan

3 Kurir Sabu di Nunukan Terancam Hukuman Mati

NUNUKAN – Tiga orang kurir narkotika golongan I jenis sabu,…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:55

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Kaltara, Terduga Terlapor Belum Diperiksa

TANJUNG SELOR – Terjadinya dugaan jual beli jabatan di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers