MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 13 Januari 2022 20:25
Nekat Lewat Jalur Ilegal

16 WNI Diamankan Hendak Menyeberang ke Malaysia

OPERASI PENCEGAHAN: Sebanyak 16 WNI asal Sulsel ditempatkan di rumah penampungan BP2MI Nunukan, karena mencoba masuk Malaysia melalui jalur ilegal.

NUNUKAN – Badan Perlindungan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Unit Reskrim Polres Nunukan mengamankan 16 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan, saat operasi pencegahan PMI ilegal, sekitar pukul pukul 05.00 Wita, Selasa lalu (11/1).

Para WNI tersebut terdiri dari 7 laki laki dewasa, 7 perempuan dewasa, 1 anak laki- laki dan 1 anak perempuan. Jumlah mereka terbagi dalam dua rombongan, yang merupakan dari Kota Sinjai dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mereka nekat pergi ke Malaysia untuk mengadu nasib, diduga melalui jalur ilegal. 

Para WNI diamankan saat di pelabuhan tradisional Haji Putri, ketika menunggu speedboat yang akan membawa menyeberang ke Tawau, Malaysia.

“Semuanya kami tempatkan di rumah penampungan BP2MI Nunukan. Kami amankan juga dua orang diduga sebagai calo. Yang merupakan bapak dan anak, berinisial H dan MF,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Nunukan AKBP F Jaya Ginting, kemarin (12/1). 

Dari keterangan para WNI, untuk bisa lolos ke Malaysia, membayar dengan jumlah bervariasi. Sesuai kesepakatan dari dua pria yang diduga calo tersebut. Ginting menegaskan, diamankannya dua orang calo itu, sekaligus menjadi edukasi bagi para warga Nunukan dengan profesi yang sama.

Lebih baik mencari pekerjaan lain, daripada mengambil uang demi menyeberangkan mereka secara unprosedural. Di Malaysia, dengan status mereka yang unprosedural. Para WNI akan menjadi buruan dan harus selalu lari ke hutan menyelamatkan diri. 

“Calo memiliki andil atas nasib kesengsaraan mereka. Yang dilakukan calo itu tidak benar dan kami harap mereka menyadarinya,” tegasnya.

Kedua terduga calo PMI sedang diperiksa Polres Nunukan. Pihaknya, selalu konsen ke pencegahan keberangkatan PMI ilegal. Karena tidak ingin nasib WNI akan menjadi deportan. Diusir tanpa membawa apapun, padahal sudah bekerja sekian lama.

Salah seorang PMI, Rohe (48) mengakui, tidak memiliki dokumen keimigrasian atau identitas kewarganegaraan. Saat ditangkap aparat, Rohe membawa serta istrinya Hartini (45) dan kelima anaknya.

“Kami lewat secara ilegal karena tidak punya dokumen. Kami sekeluarga pulang kampung awal tahun 2022, kebetulan ada keluarga menikah,” ucapnya. 

Rohe menuturkan, sudah bekerja di Malaysia sejak 1987 silam. Di daerah Semporna, bekerja di ladang sawit milik warga tempatan dengan sistem bagi hasil. Di Malaysia pula ia bertemu dengan jodohnya dan menikah tahun 1992. Rohe mengaku, terakhir kali ke Indonesia pada tahun 2012 lalu. Kali ini, pertama kalinya ia kembali menginjakkan kaki di Tanah Air sebelum akhirnya diamankan petugas.

“Kami sudah bayar Rp 3,2 juta ke tukang perahu. Kami terkejut saat ditangkap karena ini baru terjadi. Sudah lebih sepuluh tahun saya tidak pulang kampung,” tuturnya.

Sebagai PMI ilegal, Rohe tidak membantah keluarganya sering lari ke hutan demi menghindari kejaran aparat Malaysia. Statusnya juga membuat kelima anaknya tidak pernah mengenyam bangku sekolah. 

Anak pertamanya usia 28 tahun sampai anak bungsunya yang berusia 15 tahun. Hanya belajar membaca secara otodidak melalui handphone. Meski demikian, ia tidak pernah berpikiran menetap di Indonesia. Karena sejak muda ia bekerja di kebun sawit, merasa kehidupannya berada di Malaysia.

“Tapi kali ini setelah ditangkap, saya memutuskan tidak kembali ke Malaysia. Kami akan balik kampung saja dan bekerja di kampung,” ungkapnya. (*/lik/*/viq/uno) 



BACA JUGA

Senin, 17 Januari 2022 20:28

Kondisi Jalan Memprihatinkan

TIDENG PALE – Kondisi jalan memprihatinkan menuju Desa Seputuk, Kecamatan…

Senin, 17 Januari 2022 20:24

Realisasi Pembentukan DOB Tanjung Selor, Masih Terkendala Moratorium

TANJUNG SELOR – Pemerintah Pusat masih lakukan moratorium terhadap pemekaran…

Senin, 17 Januari 2022 20:22

2 Unit Mobil Belum Dievakuasi

TANJUNG SELOR - Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung…

Senin, 17 Januari 2022 20:18

Bawa Amanah dari Mabes AD

TANJUNG SELOR - Menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen…

Minggu, 16 Januari 2022 20:02

Unjuk Rasa di Tarakan Tahun Lalu Meningkat

TARAKAN - Kegiatan unjuk rasa (unras) yang dilakukan masyarakat maupun…

Minggu, 16 Januari 2022 20:02

Angkutan Udara Perintis ke Perbatasan Nunukan-Malaysia Berlanjut

TARAKAN – Pemerintah Pusat melanjutkan program subsidi angkutan udara perintis…

Minggu, 16 Januari 2022 20:01

Manfaatkan Wilayah Perairan Tarakan

TARAKAN - Wilayah Tarakan yang dikelilingi perairan menjadi indikasi beredarnya…

Minggu, 16 Januari 2022 20:00

Pasca Tenggelamnya Kapal Barang di Salimbatu, Dua Orang Jalani Pemeriksaan

TANJUNG SELOR – Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung…

Minggu, 16 Januari 2022 19:59

Kebakaran di Tanjung Selor, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

WARGA di Jalan Sengkawit Tanjung Selor dikejutkan dengan kebakaran yang…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:32

DPRD Bulungan dan Kaltara Harus Turun ke Lapangan

TANJUNG SELOR – Adanya dugaan pelanggaran di PT Tubindo, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers