MANAGED BY:
SELASA
24 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 18 Januari 2022 14:17
Mobil Sudah Dievakuasi, Kapal Karam Mulai Ditarik
EVAKUASI: Kapal KM Satu Dua dievakuasi dengan cara ditarik hingga ke Pelabuhan Kayan VI.

TANJUNG SELOR–Kapal KM Satu Dua akhirnya dievakuasi Tim dari Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor. Kapal itu mengalami kecelakaan di Perairan Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Kamis (13/1).

Plh Kepala UPP Kelas II Tanjung Selor Mulyono mengatakan, proses evakuasi kapal masih berjalan. Untuk barang muatan sudah dievakuasi. Terakhir tadi malam, mobil dievakuasi menggunakan speed boat. Dua mobil yang sempat berada di atas kapal yang terlibat kecelakaan saat ini masih berada di Salimbatu. “Sudah dievakuasi ke darat,” ungkapnya, Senin (17/1).

Kapal dengan nomor lambung GT.34 No.613/IIm juga sudah bergeser dari titik awal kecelakaan. Namun, proses evakuasi masih terkendala air surut. Kapal diapit dengan dua kapal lain. Kemudian ditarik menuju Tanjung Selor. Posisi kapal sudah berada di perairan Lebong. Setelah air pasang proses evakuasi akan dilanjutkan. Diperkirakan malam (kemarin) kapal sudah berada di Tanjung Selor. “Mudahan saja nanti malam sudah bisa sampai di lokasi yang sudah ditentukan, di Sabanar Lama,” tambahnya.

Setelah tiba di Sabanar Lama tepatnya Pelabuhan Kayan VI, air yang ada di dalam kapal akan disedot untuk selanjutnya dicari tahu apa yang menjadi penyebab kecelakaan kapal tersebut. Pihaknya juga akan lakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. Selama proses evakuasi, UPP mengimbau kepada seluruh nakhoda speed boat reguler maupun non reguler untuk mengurangi kecepatan. “Tadi masih ada beberapa speed boat yang melintas tidak mengurangi kecepatan. Jadi akan dipanggil untuk selanjutnya diberikan teguran,” terangnya.

Disinggung terkait tahapan berita acara pemeriksaan (BAP), Mulyono mengatakan sampai saat ini prosesnya masih dalam tahap pemberkasan. Sebelumnya, pemeriksaan awal sudah dilakukan terhadap tiga orang. Yakni, nakhoda, kepala kamar mesin (KKM) dan operator. Pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan terkait status nakhoda.

"Hasil pemberkasan itu akan terlebih dahulu dikirim ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (Ditjen KPLP). Jadi, ditunggu saja hasil telaah dari  Ditjen KPLP,” pungkasnya (kpg/fai/dra)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers