MANAGED BY:
SELASA
24 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 20 Januari 2022 20:33
Tak Bisa Semua Warga Binaan di Penjara Ini Divaksin, Ini Alasannya

145 Warga Binaan Belum Divaksin

WARGA BINAAN DIVAKSIN: Masih ada 145 warga binaan yang belum mendapat vaksin karena faktor kesehatan.

TARAKAN - Sebanyak 145 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan belum menerima vaksinasi Covid-19. Kendala warga binaan yang belum mendapat vaksin, rata-rata karena masalah kesehatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Arimin mengakui, warga binaan yang belum mendapat vaksin dikarenakan ada penyakit penyerta. Selain itu, ada juga yang tidak dalam kondisi sehat atau sakit.

“Kami berharap semua bisa tervaksin. Namun karena kondisi warga binaan kami yang belum boleh ikut vaksin, dalam kondisi tidak sehat. Mudahan dalam kegiatan berikut bisa tervaksin semua. Sekaligus mendukung pemerintah terkait pelaksanaan vaksin,” ujarnya, Rabu (19/1).

Sementara ini yang sudah divaksin hingga tahap kedua, 1.235 warga binaan. Termasuk warga binaan dari Warga Negara Asing (WNA). Total jumlah warga binaan saat ini sebanyak 1.380 orang. “Kendala lain sebelumnya soal KTP (Kartu Tanda Penduduk) sudah bisa teratasi bersama Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil)Tarakan,” tegasnya.

Ia menegaskan, warga binaan yang belum dilakukan vaksin, ditempatkan di blok atau hunian secara terpisah. Bahkan ada Blok Alfa khusus lansia yang juga dihuni bagi warga binaan yang belum divaksin. Protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 juga masih diterapkan di lingkungan blok hunian.

“Jadi kami tidak bisa satukan (warga binaan yang belum divaksin) dengan yang lain. Karena butuh penanganan dan perhatian khusus. Karena kondisi kesehatan dari lansia banyak yang sakit,” jelasnya.

Warga binaan yang belum divaksin, lanjut Arimin, akan terus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jika tubuh dalam kondisi sehat, maka akan segera divaksin. Tapi saat ini ada beberapa yang masih dilakukan perawatan kesehatan khusus.

“Tapi selama kegiatan vaksinasi kami belum menemukan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Dari kami hanya ada satu orang tenaga kesehatan resmi dan dua tenaga kontrak. Tapi terbantukan dengan nakes dari Dinkes Tarakan,” ungkapnya. 

Dalam proses pengajuan pelaksanaan vaksin ke Dinkes Tarakan, pihaknya mengajukan usulan kebutuhan jumlah warga binaan yang akan divaksin. Pihaknya berharap bisa melanjutkan vaksin tahap ketiga atau Booster bagi warga binaan. Hanya saja pihaknya masih menunggu arahan dari Pemkot Tarakan serta Dinkes. (sas/uno)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers