MANAGED BY:
SELASA
24 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

OLAHRAGA

Minggu, 23 Januari 2022 20:50
Keluhkan Sarana Jelang Porprov
Rukisah Saleh

TARAKAN - Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pertama di Kaltara, beberapa pengurus cabang olahraga sudah mulai melakukan persiapan. Khusus di Tarakan, pengurus cabang olahraga (cabor) masih mengeluhkan alat serta tempat latihan.

"Ada beberapa tempat latihan yang tidak standar. Contoh, tempat olahraga beladiri (kempo, pencak silat, karate, taekwondo), pada saat hujan air tergenang dan banjir. Termasuk tenis meja di situ. Itu sudah saya sampaikan ke wali kota dan berjanji akan memperbaiki segera," keluh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan, Rukisah Saleh, Sabtu (22/1).

Selain sarana, salah satu alat tanding seperti cabor taekwondo sudah harus memiliki baju yang dilengkapi alat sensor. Atlet dan pelatih renang juga mengeluhkan uang retribusi untuk menggunakan sarana kolam renang. "Tugas kami menjembatani keluhan mereka. Saya juga mengusulkan, kalau bisa digratiskan saja selama proses latihan jelang Porprov," harapnya.

Mesti begitu, pihaknya optimistis bisa mengikuti ajang Porprov. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Tarakan. Untuk memfasilitasi sarana olahraga atlet yang berada di kawasan Sport Center.

"Termasuk sarana di indoor, ternyata multifungsi. Selain tenis di situ bisa digelar sepak takraw, voli, bulu tangkis, dan basket. Itu bisa teman-teman gunakan. Nanti kami bicarakan dengan Dispora," katanya.

Terkait anggaran, KONI Tarakan sudah mengusulkan ke Pemkot Tarakan sebesar Rp 8 miliar, termasuk anggaran Porprov tahun ini. Namun besaran anggaran tersebut kemungkinan tidak dapat terealisasi semua. Sebab saat ini Pemkot Tarakan sedang defisit anggaran.

"Anggaran kita defisit. Kami juga tidak bisa paksakan Pak Wali untuk gelontorkan dana. Saya kira juga ada program yang kepentingannya sama. Sampai detik ini saya juga belum tahun berapa nominal yang dibantukan," ungkapnya.

Dua tahun sebelumnya, lanjut Rukisah, pihaknya hanya mendapat anggaran sebesar Rp 500 juta. Ia berharap, setidaknya mendapat anggaran yang sama seperti sebelumnya. Setelah itu akan memanggil pengurus cabor, untuk menyiasati anggaran tersebut. "Kalau dibagi semua juga tidak maksimal. Mungkin ada skala prioritas, kira-kira cabor mana yang memungkinkan mendulang medali. Itu yang akan kami genjot," pungkasnya. (sas/udi)


BACA JUGA

Rabu, 25 November 2015 18:45

Masjid Al-Ikhlas Dirusak

<p><strong>TARAKAN</strong> &ndash; Diduga mengalami gangguan jiwa, Muhammad Fathur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers