MANAGED BY:
SABTU
02 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 03 Februari 2022 21:23
Korban Kebakaran Minta Keringanan Waktu Sewa di Rusunawa Diperpanjang
MINTA KERINGANAN: Korban kebakaran meminta keringanan bantuan ke Wali Kota Tarakan, Rabu (2/2).

TARAKAN - Sejumlah korban kebakaran yang terjadi di belakang eks hotel Ramayana, RT 03 Kelurahan Sebengkok mendatangi kantor Wali Kota Tarakan, Rabu (2/2). 

Korban kebakaran meminta pemerintah memperpanjang bantuan sewa rumah susun sewa (rusunawa) di daerah Boom Panjang, Kelurahan Pamusian. Salah seorang korban, Ulfa mengatakan, sebelum ini bantuan dari Pemprov Kaltara hanya dua bulan sewa Rusunawa dan sudah selesai jangka waktunya. 

Saat ini pihak Rusunawa sudah meminta uang sewa sejak Januari lalu. “Kan uang sewanya bisa kami belikan kayu dan paku. Sedangkan rumah kami habis semua. Hanya baju dibadan kami keluar. Makanya, kami minta kebijakan dari pak Wali,” ujarnya, ditemui saat mendatangi kantor Wali Kota.

Ia berharap kebijakan dari Wali Kota bisa membantu memperpanjang jangka waktu sewa. Sehingga korban bisa membangun serta membuat pondok di bekas lahan yang terbakar. “Kami tak mau di anaktirikan. Kemarin itu ada korban lain yang dapat bantuan satu tahun 3 bulan, nah kami kan sama juga warga Tarakan. Harusnya sama,” tegasnya. 

Bantuan tinggal gratis di Rusunawa untuk korban kebakaran di Pasar Batu beberapa waktu lalu, kata dia, satu tahun tiga bulan dianggapnya harus sama. Sedangkan untuk korban belakang eks hotel Ramayana ini, ada 37 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Rusunawa Boom Panjang. “Sudah ada yang keluar sebagian. Karena kan sudah mulai membayar uang sewa,” imbuhnya. 

Nilai sewa juga beragam, bergantung berada di lantai berapa ditempati. Ia bersama keluarga di lantai 5, sewa per bulan Rp 425 ribu dan lantai 4 sewa Rp 450 ribu per bulan. “Jangan kami ini di anaktirikan dengan korban kebakaran di Pasar Batu yang dibantu setahun tiga bulan. Tunggulah sampai kami bangun sedikit rumah kami,” ungkapnya.

Dari kedatangannya ke kantor Wali Kota ini, tinggal menunggu keputusan paling lama dua hari. Kedatangan para korban ini juga bukan sekali. Melainkan beberapa kali dan baru mendapatkan jawaban terkait kepastian bantuan dari Wali Kota. 

“Entah dapat bantuannya berapa bulan. Kami ada bantuan dari Gubernur juga satu bulan. Tapi bulan ini kami sudah harus membayar,” tuturnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 01 Juli 2022 20:56

Dianggarkan Rp 3 Miliar Untuk Penambahan PJU Baru di Tarakan

TARAKAN - Alokasi anggaran untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Kamis, 30 Juni 2022 21:28

DPT KTT Berkurang 6 Jiwa

TIDENG PALE – Sesuai arahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI,…

Rabu, 29 Juni 2022 20:52

Kesadaran Berlalu Lintas Masih Minim

TIDENG PALE – Kesadaran masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT) dalam…

Rabu, 29 Juni 2022 20:50

Pengembangan Industri Kerajinan Ukir

TIDENG PALE - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, melalui Dinas Perindustrian…

Rabu, 29 Juni 2022 20:48

Jalur Afirmasi Sepi Peminat

TARAKAN - Hari terakhir pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…

Selasa, 28 Juni 2022 20:59

Masih Perlu Koordinasi ke DPU KTT

TIDENG PALE - Operasional Pelabuhan Kuliner di Desa Sedulun, masih…

Selasa, 28 Juni 2022 20:58

Selesaikan Laporan Aset Desa ke Kemendagri, KTT Jadi yang Pertama

TIDENG PALE – Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjadi salah satu…

Senin, 27 Juni 2022 21:03

Berharap Kemajuan dan Kesejahteraan KTT

TANJUNG SELOR –  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tana…

Sabtu, 25 Juni 2022 21:02

Standarisasi Layanan Rumah Sakit

TARAKAN - Pemerintah mengubah pola pelayanan rumah sakit bagi peserta…

Sabtu, 25 Juni 2022 20:55

Pelanggaran Melawan Arah Mendominasi

SAAT Operasi Patuh Kayan yang digelar hingga 26 Juni lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers