MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 24 Maret 2022 13:10
Belum Terjadi Lonjakan Penumpang di Bandara Terbesar di Kaltara
PENUMPANG. Belum terjadi lonjakan penumpang di Bandara Juwata Tarakan.(SEPTIAN ASMADI/HRK)

TARAKAN - Data penumpang pengguna jasa Bandara Juwata Tarakan, tercatat sejak Januari lalu masih masuk dalam kategori low season. Meski Menteri Perhubungan dan Satgas Covid-19 sudah melonggarkan syarat penerbangan, diperkirakan jumlah penumpang akan mengalami kenaikan pada April, di saat Ramadan nanti.

"Insya Allah di bulan April nanti, apalagi mendekati Lebaran masuk kategori high season atau peak season," tegas Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agus Priyanto, Rabu (23/3).

Jumlah penumpang yang masih low season juga mempengaruhi rencana masuknya dua maskapai penerbangan yang rencananya masuk ke Tarakan, Citilink dan Air Asia. Dua maskapai ini mempertimbangkan profit oriented. Jika terbang atau akupansi jumlah penumpang kurang mencukupi bisa tidak sebanding dengan biaya operasional.

Terutama menjelang Lebaran nanti, diperkirakan jumlah penumpang akan meningkat tajam  yang terbang dan datang dari bandara terbesar di Kaltara ini. Terlebih lagi di dua tahun sebelumnya pemerintah memberikan larangan dan syarat penerbangan yang cukup ketat. Sehingga jumlah penumpang di Bandara Juwata Tarakam mengalami penurunan.

"Kami sudah bersiap dengan menempatkan petugas untuk memastikan masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Jangan sampai nanti sudah ada aturan yang longgar, malah keluar surat edaran baru lagi yang memperketat. Sekarang kan sudah dianggap sudah jauh menurun yang terpapar, jadi dilonggarkan syarat penerbangannya," jelasnya.

Masa peak season nanti, diperkirakan terjadi saat Lebaran dan akhir tahun di masa Natal dan Tahun Baru. Namun diantara dua momen besar ini, biasanya terjadi low season, frekuensi dan okupansi penerbangan menurun.

"Dengan kelonggaran ini harapan kami jumlah penumpang meningkat, tapi disiplin prokes. Jumlah penumpang saat ini antara 400 sampai 500 orang sehari. Sama halnya sebaliknya. Kalau peak season bisa sampai diatas 1.000 orang jumlah penumpang yang datang dan pergi," ujarnya.

Sedangkan terkait harga tiket, ditegaskan Agus, sudah diatur ambang batas atas dan ambang bawah. Harga yang sudah tertera saat ini masih belum melewati ambang batas atas. Masyarakat yang merasa harga tiket mahal dan lebih dari ambang batas, juga harus menyertakan bukti, agar airlines tersebut bisa dikenakan penalti atau sanksi.

Aturan batas atas dan bawah, diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2019 tentang tata cara dan formulasi perhitungan batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi, angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga merilis turunannya dalam bentuk Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 72 Tahun 2019, tentang tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara berjadwal dalam negeri.

"Pengawasan kami dilakukan oleh Otoritas Bandara Wilayah VI. Pada saat melakukan kunjungan ke Tarakan, pasti akan searching di website airlines. Jadi, mendeteksi kalau ada pelanggaran," ujarnya.

Intervensi baru bisa dilakukan jika harga yang ditetapkan maskapai penerbangan melebihi ambang batas yang sudah ditetapkan. Jika ada bukti disertakan, bisa difasilitasi Bandara Juwata Tarakan melalui PPNS yang ada untuk diteruskan ke Kementerian Perhubungan. Intervensi dilakukan dengan mendatangkan pesawat dari maskapai lain agar ada persaingan usaha. Pihaknya tidak bisa melarang harus menetapkan harga tiket.

"Sampai sekarang belum ada laporan, berarti tidak ada pelanggaran. Padahal bisa dicabut izin rutenya. Jadi, kalau hanya mengeluarkan statement harga mahal tanpa bukti, untuk kelas ekonomi. Tapi, kalau kelas bisnis, biasanya mahal. Aturan yang dibuat Kementerian Perhubungan itu kelas ekonomi dengan ambang batas," pungkasnya.(sas)


BACA JUGA

Senin, 08 Agustus 2022 10:51

Di Tarakan, Pemohon Warga Tidak Mampu Membludak

TARAKAN - Pemkot Tarakan menambah kuota afirmasi dalam Penerimaan Peserta…

Senin, 08 Agustus 2022 10:46
Pemkab Bulungan Masih Mendata

Nasib Honorer Mengambang, Masih Tunggu Arahan Lanjutan dari Pemerintah Pusat

Pemkab Bulungan masih mendata jumlah tenaga honorer yang ada saat…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:16

Pendapatan APBN Alami Kenaikan

TANJUNG SELOR - Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I,…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:03

Katanya Kuota Melimpah, Antrean Mengular, DPRD Minta Dinas Terkait Turun ke Lapangan

Antrean mengular sepanjang ruas Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, masih sulit…

Sabtu, 06 Agustus 2022 21:07

Inginkan Masa Penahanan di Lapas Tarakan

TANJUNG SELOR – Agenda persidangan perkara ilegal mining dengan terdakwa…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:52

Barang Bukti Ilegal Dibakar

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Tarakan Wilayah…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:47

Sementara hanya 2 Saksi

TANJUNG SELOR - Sidang perkara ilegal mining dengan terdakwa Hasbudi,…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:45

Waspadai Kosmetik Ilegal, Temukan 1.740 Produk Tanpa Izin Edar

TARAKAN – Masyarakat agar lebih waspada dalam pembelian kosmetik. Apalagi…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:57
4 Bulan, Sudah 47 Kg Sabu Asal Malaysia Diamankan di Nunukan

3 Kurir Sabu di Nunukan Terancam Hukuman Mati

NUNUKAN – Tiga orang kurir narkotika golongan I jenis sabu,…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:55

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Kaltara, Terduga Terlapor Belum Diperiksa

TANJUNG SELOR – Terjadinya dugaan jual beli jabatan di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers