MANAGED BY:
SELASA
24 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 12 Mei 2022 20:30
Mantan Anggota DPRD Tarakan Bayar Uang Denda
BAYARKAN DENDA: Penasihat Hukum Syafruddin (kanan) menyerahkan uang denda dari kliennya Jamaluddin.

TARAKAN - Kasus mark up pengadaan perlengkapan kontingen saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim tahun 2010 lalu, yang menjerat Jamaluddin telah membayar biaya denda Rp 50 juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, Selasa lalu (10/5). 

Melalui Penasihat Hukumnya Syafruddin, pembayaran uang denda tersebut diserahkan. Diketahui, putusan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA) dengan Nomor 1738K/PID.SUS/2018, Jamaludin divonis pidana penjara 2 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 2 bulan.

Syafruddin mengatakan, setelah membayar uang denda maka Jamaluddin tidak lagi menjalani hukuman pidana subsider selama 2 bulan. “Dengan dibayarnya denda ini, maka hak-haknya sebagai narapidana pun sudah ada,” terangnya, Rabu (11/5). 

Ia menyebutkan, adapun hak-hak yang akan diterima Jamaludin usai membayar denda. Seperti sudah bisa mendapat remisi dan beberapa hak lainnya. Dalam putusan Kasasi tersebut, Jamaludin divonis hukuman penjara 2 tahun dipotong masa tahanan yang sudah pernah dijalani. 

Sejak kasusnya bergulir, Jamaludin pernah menjalani masa tahanan kota selama 3 bulan. Perhitungan 5 hari tahanan kota, berarti 1 hari tahanan Rutan. Jadi 18 hari dikurangi masa hukuman. “Jadi masa hukumannya 2 tahun itu nanti dipotong 18 hari karena sudah ia jalani tahanan kota selama 3 bulan,” ungkapnya. 

Mesti menjadi terpidana dalam perkara tersebut dan sudah menjalani masa hukuman. Namun Jamaludin masih akan menempuh jalur hukum lagi, berupa Peninjauan Kembali (PK). Jamaludin masih yakin tidak terlibat dalam perkara tersebut. Apalagi dalam perkara tersebut tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan. 

“Jadi dia melakukan PK dan silakan itu hak orang. Karena tak bisa melakukan PK kalau tidak menjalani eksekusi. Karena sudah menjalani eksekusi, maka dia punya hak untuk mengajukan PK,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Kejari Tarakan Adam Saimima melalui Kasi Intel Harismand menjelaskan, pembayaran uang denda dilakukan di Kejari Tarakan langsung. Setelah membayar uang denda, maka Jamaludin tidak akan menjalani hukuman subsider 2 bulan. 

“Uang denda akan diserahkan Jaksa Penuntut Umum ke Bendahara Penerima Kejari Tarakan untuk disetorkan ke kas negara,” singkatnya.

Diketahui dalam perkara tersebut, melalui amar putusan Kasasi. MA menolak upaya permohonan Kasasi dari Jamaludin. Sehingga, putusan kembali pada vonis Pengadilan Tinggi Kaltim dalam permohonan banding Jamaludin. Diketahui, pada putusan tingkat banding Nomor 5/Pid.Tipikor/2015/PT.KT.Smda pada 25 Mei 2015 ini. 

Jamaludin dijatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda Rp50 juta. Dengan ketentuan denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Sedangkan di tingkat pertama, Pengadilan Tipikor Samarinda menjatuhkan pidana selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. Jika tidak dibayar, diganti pidana kurungan selama 4 bulan. Jamaludin dinyatakan bersalah karena menyalahgunakan wewenang. Menggunakan bendera perusahaan orang lain untuk menjadi rekanan pengadaan sejumlah atribut perlengkapan yang jumlahnya Rp 97.250.000. (sas/uno)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers