MANAGED BY:
RABU
06 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 17 Mei 2022 13:21
Tak Ada IPR di Lokasi Tambang Emas
TAMBANG: Salah satu lokasi penambangan emas yang ada di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

TANJUNG SELOR - Tambang emas yang berada di Sekatak, Kabupaten Bulungan diketahui belum ada satupun penambang yang memiliki Izin Penambangan Rakyat (IPR). 

Hal itu diungkapkan, Kepala Seksi Pemetaan Wilayah, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Abdul Hadi. Kata dia, belum ada IPR di lokasi tambang emas di Sekatak. Padahal, IPR sendiri cukup sederhana dan lebih mudah daripada harus mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP). IPR menjadi salah satu opsi untuk mengatasi maraknya aktivitas penambangan emas ilegal. 

"Penambangan yang hendak mendapatkan IPR harus memenuhi sejumlah persyaratan. Baik persyaratan dari segi peralatan penambangan hingga lokasi penambangan,"  Sebut dia, Senin (16/5). 

Syarat masing-masing blok maksimal 100 hektar, jika tambang rakyat itu harus manual seperti cangkul. Dalam aturannya, tidak boleh ada alat berat, karena tipenya tambang rakyat. Menurutnya yang terpenting dari pemberian IPR ialah benar-benar diberikan bagi usaha menengah ke bawah. Selain itu daerah juga harus memegang dasar hukum wilayah penambangan rakyat (WPR) sebelum mengeluarkan IPR kepada para penambang. 

"Bisa dalam bentuk CV, bisa perorangan. tujuan IPR untuk memudahkan masyarakat di level menengah ke bawah, kalau pakai alat berat berarti pemodal besar, harusnya urus izin IUP," jelasnya.

 Sejauh ini, pihaknya telah menerima sejumlah permohonan IPR dari sejumlah penambangan, tetapi pihak Dinas ESDM Kaltara mengaku masih akan mengkaji kembali sejumlah permohonan yang diajukan. Harus dilakukan proses dan diseleksi, karena ada sejumlah problem seperti usulan yang masuk itu ada yang di dalam wilayah konsesi dan wilayah hutan. 

"Tidak adanya IPR bukan cuma karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Melainkan banyaknya penambang emas ilegal di Sekatak, Bulungan yang sudah menjamur. Mereka harus mengurus IPR agar tidak lagi melakukan penambangan ilegal," terangnya. (fai)

 


BACA JUGA

Selasa, 05 Juli 2022 20:42

DPB Kaltara Naik 1.202 Pemilih

TANJUNG SELOR - Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester I…

Selasa, 05 Juli 2022 20:40

Kerugian Negara Ditaksir Rp 1,1 M

TIGA tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengelolaan…

Selasa, 05 Juli 2022 12:35

Perusahaan Minta Ganti Sewa Lahan, Pemkab Tana Tidung Didesak Bayar Rp 50 Miliar

TANA TIDUNG–Status lahan milik PT Inhutani, dengan Pemerintah Kabupaten Tana…

Senin, 04 Juli 2022 21:12

Usulan DAK Fisik Rp 588,74 M

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara…

Senin, 04 Juli 2022 21:10

Kerap Ditangkap, Lakukan Aksi Mogok, Akhirnya Kapal Angkut Sembako Diperbolehkan Beroperasi

NUNUKAN - Aksi mogok beroperasi bagi kapal angkutan pedalaman di…

Sabtu, 02 Juli 2022 21:20

Alur Pelayaran di Sini Belum Tuntas, Mulai Budidaya Rumput Laut hingga Ada Ranjau

TARAKAN - Alur pelayaran di perairan Kabupaten Nunukan dan Kota…

Sabtu, 02 Juli 2022 21:15

Pengembangan Kasus Sabu Terkendala Jaringan Terputus

TARAKAN - Pemusnahan barang bukti sabu hasil pengungkapan Satreskoba Polres…

Jumat, 01 Juli 2022 20:52

Mewakili Kaltara di MTQ Nasional XXIX di Kalsel

Mendapatkan juara I dalam kategori Tahfidz Qur'an, Ade Abdurrahman pun…

Jumat, 01 Juli 2022 20:51

Masuk Hutan Kota Ini, Hanya Dibikin Satu Akses

TANJUNG SELOR - Hutan Kota Bunda Hayati Tanjung Selor dikonsep…

Jumat, 01 Juli 2022 11:03

Usulan Bangun Rumah Sakit Jiwa di Kaltara Belum Disetujui

TANJUNG SELOR - Rencana pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers