MANAGED BY:
RABU
06 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Rabu, 18 Mei 2022 19:32
Karena Kasus Ini, Perketat Pintu Masuk Keluar Bulungan

Antisipasi Terhadap Virus PMK pada Ternak

CEGAH PMK: Pemkab Bulungan minta balai karantina perketat pintu masuk pengiriman hewan.

TANJUNG SELOR – Pengawasan pintu masuk dan keluar Bulungan, khususnya untuk pengiriman daging dari luar daerah agar diperketat. Mengingat, akhir-akhir ini marak ditemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi. 

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Bulungan dan Balai Kesehatan Hewan. Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan masuknya virus PMK. 

“Mengingat pada Juni mendatang, kita akan merayakan Idul Adha. Kita harapkan hewan yang masuk ke Bulungan bisa benar-benar dilakukan pemeriksaan melalui Balai Karantina hewan,” pinta Bupati Bulungan Syarwani, Selasa (17/5). 

Di Bulungan setiap hari raya, masih mengandalkan bahan baku sapi lokal milik peternak. Seperti didatangkan dari Kecamatan Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas dan wilayah sekitarnya. Hanya saja, yang perlu dilakukan antisipasi berupa ternak yang didatangkan dari luar daerah. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Bulungan Achmad Yani mengungkapkan, timnya telah melakukan kegiatan pencegahan PMK bersama Balai Veteriner Banjar Baru dari Kalimantan Selatan, pekan lalu. Kegiatan tersebut dengan pengambilan sampel darah hewan sapi peternakan di Tanjung Palas Utara,  Tanjung Selor dan Tanjung Palas. 

Terkumpul 45 sampel dan ini masih dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. “Kepada para peternak di Bulungan supaya sebisa mungkin tidak mendatangkan ternak dari luar terlebih dahulu. Jangan sampai di Bulungan temukan kasus serupa,” harapnya. 

Untuk di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dipastikan belum ditemukan adanya virus PMK pada ternak. Hal ini disampaikan Plt Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan KTT Rudi. Langkah preventif sudah sejak dini dilakukan, dengan mengambil sampel ternak. Termasuk edukasi kepada masyarakat, khususnya pada peternak mengenai gejala klinis PMK dan upaya penanggulangan. Melalui pelayanan kesehatan hewan  dan ternak. 

“Balai Veteriner Banjar Baru, telah lakukan tracing dengan mengambil sampel darah ternak sapi dan kambing. Untuk memastikan status kesehatan ternak dan hasilnya diupayakan keluar dalam minggu ini. Semoga KTT tetap zonasi biru terhadap wabah PMK ini,” singkatnya. (*/mts/uno) 


BACA JUGA

Rabu, 06 Juli 2022 21:26

Terminal Tipe A Kewenangan Pusat

TANJUNG SELOR - Usulan rencana pembangunan Terminal Tipe A di…

Rabu, 06 Juli 2022 21:25

Serapan Anggaran Masih Lamban

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan menggelar…

Rabu, 06 Juli 2022 21:16

Usulan Masih Direview

PENERIMAAN Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) belum dibuka.…

Selasa, 05 Juli 2022 20:45

Penarikan Retribusi Mampu Dongkrak PAD

TANJUNG SELOR – Penarikan retribusi area parkir bagi pengendara yang…

Senin, 04 Juli 2022 21:15

Penumpang Masih Normal

TANJUNG SELOR – Jelang Iduladha yang menyisakan waktu sepekan ke…

Senin, 04 Juli 2022 21:11

DP4 Didapat melalui Kemendagri

DAFTAR Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) menjadi data yang akan…

Senin, 04 Juli 2022 10:22

Permasalahan Retribusi di Pasar Induk, Bakal Seriusi Urus Parkir

Pemerintah Kabupaten Bulungan bakal serius urus soal parkiran di pintu…

Senin, 04 Juli 2022 10:21

Usulan Kelurahan Jadi Desa Disuarakan Tiap Tahun

TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala merespons usulan…

Sabtu, 02 Juli 2022 21:26

Jangan Ada Terkena PMK, Tetap Awasi Ternak Masuk Kaltara

TANJUNG SELOR - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan…

Jumat, 01 Juli 2022 20:57

28 Parpol Ajukan Permohonan Aktivasi

TANJUNG SELOR – Saat ini ada 28 partai politik (Parpol)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers