MANAGED BY:
RABU
06 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 20 Mei 2022 21:39
Libatkan Ahli Perdagangan

Kasus Balpres Dalam 17 Kontainer

CEK KONTAINER: Kedatangan Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto melihat barang bukti yang diduga milik oknum polisi Briptu HSB di Pelabuhan Malundung, Kamis (19/5).

TARAKAN - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan kunjungan kerja ke Polres Tarakan sekaligus meninjau barang bukti berkaitan kasus balpres dalam 17 kontainer, Kamis (19/5).

Sebelumnya, pada Rabu lalu (18/5) Kompolnas juga ke Polda Kaltara terkait kasus tambang emas ilegal di Sekatak yang melibatkan oknum polisi Briptu HSB. Ketua tim kunjungan sekaligus Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mengatakan, sebagai pengawas internal, melakukan peninjauan hotspot kasus yang menonjol. Termasuk kasus tambang emas ilegal yang melibatkan oknum Polri, saat ini menjadi isu nasional.

“Ternyata ada kasus lagi, temuan 17 kontainer. Menurut data sementara, ada keterlibatan HSB. Tapi, sampai sekarang masih didalami. Kami sudah cek, sekarang prosesnya sudah penyidikan. Besok (hari ini, Red), penyidik akan ke Jakarta untuk mendengarkan keterangan saksi ahli, perdagangan dan pidana,” tegasnya.

Saksi ahli nantinya akan menentukan pasal sekaligus penetapan tersangka. Pihaknya akan mengawal jalannya proses penyidikan. Agar berjalan profesional dan mandiri. Nantinya, dalam kasus ini bisa tersangkut pasal dalam Undang-Undang (UU) Perdagangan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen maupun Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Keterangan saksi ahli, menurutnya sangat penting untuk bisa memenuhi minimal 2 alat bukti. Ia mengingatkan, penyidikan harus memastikan sesuai aturan, agar tidak ada peluang untuk pra peradilan.

“Saya ingatkan terus Direktur Kriminal Khusus, ini kasus besar. Menjadi perhatian publik, semua mengawasi. Jangan sampai ada pra peradilan. Sehingga harus hati-hati, dalam penetapan tersangka. Tapi, kepastiannya menunggu saksi ahli memberikan penjelasan dan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” ungkapnya.

Sejauh ini, dari laporan yang diterimanya, perjalanan penyidikan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. Dia menilai penyidik sudah terbuka ke publik. “Karena ini kejahatan korporasi. Tak mungkin hanya satu orang, pasti ada banyak orang. Penyidik harus memastikan betul, apakah ada keterlibatan internal atau eksternal,” jelasnya.

Mesti ada indikasi keterlibatan HSB dengan pejabat, ia katakana, belum menjadi indikasi langsung. HSB memiliki banyak pion dan harus didalami. Meski menduga ada kejahatan korporasi, penyidik harus berani menetapkan tersangka, jika ternyata benar ada keterlibatan institusi lain.

“Pasti korporasi. Pelakunya pakai kontainer, tak mungkin kerja polisi, tapi ada Bea Cukai dan pelabuhannya. Siapa yang benar kan belum tahu semua,” tuturnya.

Polda Kaltara juga sudah meminta pengawalan dari Kompolnas, dalam penyelesaian perkara balpres berisi pakaian bekas asal Malaysia ini. Tidak punya kewenangan penyidikan. Tapi, Kompolnas punya kewenangan koordinasi, dengan Komisi Kejaksaan, Komisi Yudisial maupun lembaga lain. Sehingga, dengan pengawalan Kompolnas bisa melancarkan proses penyidikan.

“Kalau memang ada keterlibatan oknum itu, kita harus benahi. Ini persoalan yang tidak sederhana. Kalau memang dilakukan oknum polisi, berarti tidak layak menjadi polisi. Aturan itu harus jelas, kalau sudah inkracht, harus PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Itu urusannya Propam,” bebernya.

Selain dua kasus yang sedang dalam penyidikan polisi, ia mengakui, sudah menerima informasi adanya tindak pidana lain yang diduga dilakukan HSB. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman. “Kewenangan penyidikan ada di Polda Kaltara, Polres Bulungan dan Polres Tarakan. Kami tugasnya mengawal,” katanya.

Menurut Albertus, kasus penambangan emas ilegal sebenarnya telah lama, kemudian ada konteks sosiologis antar anggota. Ini semua menjadi bahan kajian. Mengingat yang ditangkap merupakan anggota kepolisian, maka harus ada upaya pembenahan di tubuh kepolisian.

Kompolnas memberikan koridor agar polisi itu bisa melaksanakan tupoksi secara profesional dan mandiri. Mengenai temuan adanya aliran dana kepada pejabat. Kompolnas hanya meminta prosesnya dipercepat. Sehingga nanti siapa pelakunya dan uang itu dilarikan kemana bisa segera terungkap.

“Itu yang belum bisa kami pastikan. Tapi kami meminta, kalaupun ada dugaan demikan jangan ragu-ragu. Karena sekarang era sudah terbuka,” tegasnya. (sas/*/mts/uno)


BACA JUGA

Rabu, 06 Juli 2022 21:22

Kuota Solar di SPBU Menurun

TANJUNG SELOR – Persoalan antrean panjang kendaraan yang terjadi di…

Rabu, 06 Juli 2022 21:20

Awasi 2 Organisasi Terlarang

TARAKAN – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam…

Selasa, 05 Juli 2022 20:42

DPB Kaltara Naik 1.202 Pemilih

TANJUNG SELOR - Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester I…

Selasa, 05 Juli 2022 20:40

Kerugian Negara Ditaksir Rp 1,1 M

TIGA tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengelolaan…

Selasa, 05 Juli 2022 12:35

Perusahaan Minta Ganti Sewa Lahan, Pemkab Tana Tidung Didesak Bayar Rp 50 Miliar

TANA TIDUNG–Status lahan milik PT Inhutani, dengan Pemerintah Kabupaten Tana…

Senin, 04 Juli 2022 21:12

Usulan DAK Fisik Rp 588,74 M

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara…

Senin, 04 Juli 2022 21:10

Kerap Ditangkap, Lakukan Aksi Mogok, Akhirnya Kapal Angkut Sembako Diperbolehkan Beroperasi

NUNUKAN - Aksi mogok beroperasi bagi kapal angkutan pedalaman di…

Sabtu, 02 Juli 2022 21:20

Alur Pelayaran di Sini Belum Tuntas, Mulai Budidaya Rumput Laut hingga Ada Ranjau

TARAKAN - Alur pelayaran di perairan Kabupaten Nunukan dan Kota…

Sabtu, 02 Juli 2022 21:15

Pengembangan Kasus Sabu Terkendala Jaringan Terputus

TARAKAN - Pemusnahan barang bukti sabu hasil pengungkapan Satreskoba Polres…

Jumat, 01 Juli 2022 20:52

Mewakili Kaltara di MTQ Nasional XXIX di Kalsel

Mendapatkan juara I dalam kategori Tahfidz Qur'an, Ade Abdurrahman pun…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers