MANAGED BY:
RABU
06 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 23 Mei 2022 20:05
Peran Ketua RT Dinilai Penting
BERANTAS NARKOBA: Kasus narkoba jenis sabu yang diungkap BNNP Kaltara dengan jumlah barang bukti sebanyak 22 kg.

TARAKAN - Sejumlah pengungkapan kasus narkoba jenis sabu di Tarakan, salah satunya ada keterlibatan warga luar yang tinggal di rumah sewa dan belum lapor kepada Ketua Rukun Tetangga (RT). 

Pada saat aparat melakukan penangkapan, identitas pelaku maupun aktivitasnya tidak diketahui Ketua RT. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjend Pol Rudi Hartono mengakui, masalah kependudukan ini harus menjadi perhatian bersama. Salah satunya Ketua RT, harus tanggap jika adanya orang baru. 

“Saya juga pernah tinggal di Tarakan tahun 1990-an. Dulu setiap orang yang datang harus lapor. Ditanya siapa kamu dan didata. Kos-kosan baru juga didata,” tegasnya, Minggu (22/5).

Menurutnya, karena jumlah penduduk di Tarakan tidak sebanyak saat ini. Sehingga dalam hal pengawasan cukup mudah. Karena banyaknya pendatang masuk ke Tarakan. Sehingga warga yang baru datang tidak terpantau semua. Seharusnya, untuk jaringan sosial harus dihidupkan lagi. Agar orang tidak lagi berbuat yang tidak terdeteksi.

“Bukan berarti orang luar datang ke sini (Tarakan) haram atau dilarang. Nanti akan saya sampaikan kepada kepala daerah juga. Kebebasan harus dibatasi dengan berbagai aturan sosial, mengantisipasi beredarnya hal terlarang,” harapnya.

Dalam program kerja BNNP tahun ini, pihaknya sudah menetapkan perang terhadap narkotika menuju Kaltara bersih dari narkotika (BERSINAR). Memerangi narkotika dari depan dengan menghambat permintaan. 

Ia mengungkapkan, bertambahnya tersangka, maka peredaran narkotika dengan pengguna semakin banyak. Di tahun 2018 hingga tahun ini peredaran narkotika meningkat hingga 300 persen. Ditambah jumlah barang bukti terus meningkat. 

“Tahun 2020 sampai ke tahun 2021 meningkat 89 persen. Kecendrungan naik di tahun 2021 sangat tinggi. Barang bukti yang didapat tahun 2021 sebanyak 36 kilogram. Sekarang hingga Mei, yang sudah dikumpulkan BNNP mencapai 31 kilogram,” ungkapnya. 

Pengungkapan nantinya tidak hanya mengejar yang besar, tetapi untuk meminimalisir jumlah permintaan. Dengan program desa BERSINAR, pantauan dimulai dari desa atau kelurahan. Yang memiliki peredaran sabu terbanyak bisa memberdayakan melalui kegiatan masyarakat.

Ada tiga hal yang menjadi programnya, ykani membentuk ketahanan masyarakat dengan mengajak mencegah bersama. Mampu memulihkan dan memberantas dengan memberikan informasi kepada petugas. “Ada dua desa yang mau saya unggulkan. Mudahan akhir tahun ada perkembangan menarik,” imbuhnya. 

Pihaknya juga berupaya membangun komunitas anti narkoba, ketahanan keluarga dan kelompok berbasis masyarakat yang bisa menjadi agen pemulihan. Termasuk komunitas bersepeda, diharapkan bisa menjadi komunitas anti narkoba. (sas/uno) 


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers