Kamar Tahanan Lapas Tarakan Disidak, 15 HP Disita

- Senin, 23 Mei 2022 | 20:13 WIB
SIDAK: Petugas gabungan dari Lapas Tarakan, BNNP Kaltara serta TNI melakukan sidak ke kamar tahanan, Sabtu malam lalu (21/5).
SIDAK: Petugas gabungan dari Lapas Tarakan, BNNP Kaltara serta TNI melakukan sidak ke kamar tahanan, Sabtu malam lalu (21/5).

TARAKAN - Inspeksi Mendadak (Sidak) dilakukan personel gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, TNI maupun petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan. 

Alhasil, mendapati sejumlah barang terlarang di dalam blok tahanan. Sidak di dalam Lapas ini dilakukan Sabtu malam lalu (21/5) dengan menyita 15 unit handphone. Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Arimin mengatakan, selain handphone, ditemukan juga penanak nasi, charger maupun beberapa sendok besi serta paku hingga senjata tajam. Seperti pisau dan gunting. Sidak dilakukan di Blok Cendrawasih, Blok Anak dan Blok Pesantren dan Garuda. 

Modus warga binaan menyembunyikan handphone di bawah bantal maupun di bawah kasur dalam sel. Beberapa barang malah ditemukan di blok anak. “Barang ini tentu ada yang bawa masuk. Nanti akan kami selidiki, masuk lewat mana dan seperti apa masuknya,” ungkapnya, Minggu (22/5).

Terhadap warga binaan yang kedapatan membawa barang terlarang ini, akan melakukan pemeriksaan. Ia juga menjanjikan sanksi bagi warga binaan. Rencananya pihaknya juga akan mendata kembali warga binaan yang terlibat. Sebelum melakukan pemeriksaan maupun tindakan selanjutnya.

Semua barang bukti nantinya akan dimusnahkan. Namun 15 unit  handphone langsung dimusnahkan dengan cara dipalu. Jika didapati warga binaan yang terlibat kali ini. Dengan melakukan perbuatan yang melanggar kembali, akan diproses sesuai aturan dan sanksi berat. 

“Selain 15 unit handphone yang diamankan, ada juga tali kami temukan. Adanya tali itu patut diwaspadai. Karena diduga akan digunakan untuk melarikan diri atau tidak semestinya. Saya lihat mungkin ada rencana tertentu, apalagi sarung sudah dibuat seperti ini (digunting). Ini bentuk deteksi dini, kalau tidak diambil akan menimbulkan gangguan keamanan,” bebernya.

Adanya temuan barang terlarang, pihaknya akan terus mengawasi warga binaan. Sehingga warga binaan terbebas dari penggunaan handphone. “Dari hasil ini kami akan berupaya semaksimal mungkin. Sehingga tidak ada lagi warga binaan menggunakan handphone untuk berkomunikasi keluar. Apalagi sampai membantu peredaran narkotika,” tuturnya.

Arimin menegaskan, terus bersinergi untuk memberantas peredaran gelap narkotika. Mesti tidak ditemukan adanya narkotika di dalam Lapas. Namun, dengan ditemukannya belasan unit handphone ini sudah menandakan banyak lagi pekerjaan yang harus diselesaikan. 

“Jangan ada lagi barang seperti ini berada di dalam Lapas. Ini jadi bagian yang berkelanjutan. Kalau dianggap penting dan rawan, perlu kami lakukan penggeledahan terus,” tegasnya. 

Tidak hanya mengantisipasi peredaran narkotika yang dikendalikan warga binaan. Tetapi juga menjaga ketertiban dan keamanan di dalam Lapas. (sas/uno)

Editor: izak-Indra Zakaria

Tags

Rekomendasi

Terkini

Ini Dia Delapan Aksi Konvergensi Tekan Stunting

Kamis, 25 April 2024 | 12:30 WIB

Dewan Negara Malaysia Kagum Perkembangan Krayan

Kamis, 25 April 2024 | 09:30 WIB

Gubernur Kaltara Sebut Arus Mudik-Balik Terkendali

Selasa, 23 April 2024 | 11:15 WIB

PLBN Sei Menggaris Segera Operasional

Sabtu, 20 April 2024 | 15:30 WIB

Pemkab Bulungan Beri Keringanan BPHTB

Sabtu, 20 April 2024 | 11:50 WIB
X