MANAGED BY:
KAMIS
18 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 27 Juni 2022 11:35
Sabu 1,9 Kg Ada, Tapi Si Bagong Masih Ghaib..!!
Persidangan perkara Bagong.(SEPTIAN ASMADI/HRK)

TARAKAN- Hingga saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tarakan belum melakukan eksekusi terhadap terpidana sabu 1,9 kg yaitu Johansyah alias Bagong. Sebab keberadaan Bagong diketahui tidak berada di Kota Tarakan.

JPU pun sebenarnya sudah memiliki kewenangan melakukan eksekusi badan terhadap Bagong.  Berdasarkan putusan kasasi yang dikeluarkan Mahmakah Agung (MA) terhadap perkara Bagong dan pemberitahuan putusan dilaksanakan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Tarakan, sebagaimana pemberitahuan putusan ke JPU.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan Adam Saimima melalui Kasi Pidum Andi Aulia Rahman mengatakan, pihaknya sudah menerima putusan kasasi dari MA. Dalam putusan kasasi tersebut, MA mengabulkan permohonan kasasi dari JPU. Pada putusan pengadilan tingkat pertama majelis hakim PN Tarakan memvonis bebas Bagong. Atas putusan  tersebut, JPU langsung menyatakan kasasi. "Dengan upaya semaksimal yang dilakukan penuntut umum, akhirnya kasasi kita telah terima dan putusannya itu 12 tahun," katanya, Minggu (26/6).

Terhadap putusan tersebut, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terpidana Bagong. Namun pihaknya mendapati bahwa Bagong sudah tidak berada di Tarakan. Untuk mencari keberadaan Bagong, pihaknya sudah bersurat ke Polres Tarakan dan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Kejaksaan Agung. Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap terpidana Bagong pun sudah dikeluarkan.

"Yang jelas kami terus bekerja untuk mencari keberadaan Bagong. Apabila masyarakat Tarakan mengetahui informasi keberadaan Bagong, agar memberitahu kepada kami atau ke Polres, untuk kami melakukan eksekusi menjalani putusan 12 tahun tersebut," harapnya.

Upaya hukum Peninjuan Kembali (PK) terhadap perkara tersebut, tidak akan dilakukan. Apalagi udang-undang Kejaksaan yang terbaru, penuntut hukum baru akan mengajukan PK apabila terdakwa lepas dari hukuman.

"Jadi terhadap Bagong sudah kami tetapkan sebagai DPO. Nanti kami akan share ke semua media, untuk menayangkan bahwa telah kami tetapkan sebagai DPO. Di Kejari Tarakan ada beberapa DPO, salah satunya Moes Santoso. Tapi nanti kami akan sampaikan semuanya," ungkapnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Imran Marannu Iriansyah menambahkan, putusan kasasi terhadap perkara Bagong yang diajukan pada 9 Juni 2021 lalu, terdapat beberapa amar putusan pada pokoknya. Diantaranya yaitu mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum.

"Membatalkan putusan PN Tarakan serta dalam putusan kasasi tersebut terhadap terdakwa Bagong dijatuhkan pidana penjara selama 12 tahun dan denda 1 milyar rupiah dengan subsider 2 bulan penjara apabila tidak dapat dibayarkan," ujarnya

Saat ini pihaknya sudah menerima salinan putusan kasasi tersebut dari MA pada 21 Maret lalu. Dengan begitu, maka penuntut umum bisa melakukan eksekusi badan terhadap Bagong yang hingga saat ini didapati masih menghirup udara bebas. "Dapat dilaksanakan eksekusi sejak pemberitahuan putusan dilaksanakan oleh Juru Sita PN. Sebagaimana terdata di sistem untuk pemberitahuan putusan ke JPU tertanggal 28 Juli," imbuhnya.

Untuk kasasi terhadap perkara Ruseno alias Untung yang juga divonis bebas di pengadilan tingkat pertama juga sudah diterima. Terhadap Ruseno majelis hakim MA memvonis bebas terdakwa Ruseno. "Terhadap Ruseno putusan kasasinya yaitu menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi  atau penuntut umum," sebutnya.

Diketahui, selain Bagong, terdakwa dalam perkara yang sama yaitu useno alias Untung juga divonis bebas. Sementara terdakwa lainnya lagi yaitu Sapte dan Rahmat dengan hukuman penjara 15 tahun, denda 1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara.(sas)


BACA JUGA

Rabu, 17 Agustus 2022 12:40
BREAKING NEWS

Wartawan Sulit Abadikan Momen, Diskriminasi Masih Menghantui

TANJUNG SELOR - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:37

Mahasiswa Lakukan Aksi Bungkam

TARAKAN - Aksi diam dengan mulut dilakban, dilakukan belasan mahasiswa…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:35

Sementara 24 Parpol Dinyatakan Lengkap

TANJUNG SELOR – Batas pendaftaran bagi partai politik (Parpol) yang…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:34

Dugaan Korupsi di RSUD Nunukan, Rp 5 Miliar tanpa SPJ

UNIT Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Nunukan mendalami kasus…

Selasa, 16 Agustus 2022 15:00
BREAKING NEWS

Pria Berusia 14 Tahun Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

TANJUNG SELOR - Seorang pria berusia 14 tahun, ditemukan gantung…

Selasa, 16 Agustus 2022 12:53

Administratif Belum Lengkap, Daerah Otonomi Baru Perlu Dukungan

TANJUNG SELOR–Pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Tanjung Selor belum juga…

Senin, 15 Agustus 2022 10:01

Dokumen Kawasan Industri Lengkap, Diminta Harus Segera Bekerja sebelum Presiden Datang

Kegiatan di kawasan industri yang berada di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan…

Senin, 15 Agustus 2022 10:00

Genjot Pengerjaan Progres Gedung DPRD Kaltara, Bulanan Ditarget 10 Persen

TANJUNG SELOR–Progres pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:44

Bukan Jadi Kendaraan Bodong

TARAKAN - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai lakukan sosialisasi…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:37

Dua Petinggi PT BTM Jadi Saksi

TANJUNG SELOR – Pemeriksaan terhadap para saksi dari Jaksa Penuntut…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers