MANAGED BY:
SENIN
26 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 14 Juli 2022 21:16
PENING BEB...!! Harga Cabai di Nunukan Tembus Rp 200 Ribu per Kg
KIAN PEDAS: Harga cabai di Pasar Sentral Inhutani Nunukan meroket yang menyentuh Rp 200 ribu per kg ditambah stok yang minim.

NUNUKAN - Harga cabai rawit di Nunukan, tembus Rp 200 ribu per kilogram. Kenaikan harga terjadi dalam hitungan jam.

Hal ini dikatakan salah seorang pedagang sayur di Pasar Sentral Inhutani Nunukan, Najwan. “Selain karena kapal dari Sulawesi belum masuk, cabai lokal juga terbatas. Saat ini, kenaikan harga terjadi dalam hitungan jam. Tadi pagi (kemarin, Red) cabai masih sekitar Rp 160 ribu per kilogram. Semakin siang, harga malah semakin naik menjadi Rp 170 ribu, Rp 180 ribu dan dan terus naik,” ucapnya, Rabu (13/7).

Diakui Najwan, kenaikan harga mulai terjadi pada hari raya Iduladha. Dimana kapal dari Sulawesi belum ada yang masuk ke Nunukan. Nihilnya kedatangan kapal dari Sulawesi, membuat harga cabai rawit kian melejit naik sampai menembus Rp 200 ribu per kg.

Harga ini dinilai tinggi karena di waktu normal, harga cabai lokal dijual Rp 80 ribu per kg. Sementara harga cabai asal Sulawesi, biasanya dijual Rp 40 ribu per kg.

“Sudah tradisi ketika barang langka, harga naik. Sudah hukum pasar. Ketersediaan cabai lokal juga sangat minim, terlebih saat ini musim penghujan,” ungkapnya.

Tidak berbeda dengan penjelasan Najwan. Hal senada diungkapkan seorang pedagang sayur Rohani. Bahwa kenaikan harga cabai bergantung pada pasokan dan stok yang masuk ke pasar.

Kondisi saat ini, kata dia, sebenarnya dimulai menjelang Iduladha. Dimana saat itu, harga cabai dibanderol mulai Rp 120 ribu- Rp 130 ribu di pasar tradisional. “Sekarang, harga semakin mahal karena cuman ada cabai lokal,” tuturnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga cabai tergantung masuknya suplai dari Sulawesi. Termasuk pada pasokan petani lokal yang sedikit, mengingat musim penghujan. Saat ini, Rohani mengaku menjual cabai Rp 200 ribu per kg. Imbasnya, para pembeli lebih memilih belanja cabai per ons, dengan harga Rp 20 ribu. (*dzl/uno)


BACA JUGA

Jumat, 23 September 2022 02:47

Harga Udang Makin Anjlok, Petambak Mengeluh

TARAKAN - Harga udang di pasaran yang terlalu rendah, dikeluhkan…

Jumat, 23 September 2022 02:27

Pasar Batu Terapkan Transaksi QRIS

TARAKAN - Untuk pertama kalinya, Kota Tarakan melakukan launching Pasar…

Kamis, 22 September 2022 08:23

Pembelian Tak Dibatasi

DALAM upaya menekan harga pasar, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan…

Kamis, 22 September 2022 07:44

Gula Malaysia Masih Beredar

TANJUNG SELOR – Gula asal Malaysia masih ditemukan di pasaran,…

Rabu, 21 September 2022 02:29

Hasil Pemantauan di Pasar Induk Tanjung Selor, Harga Tak Merata dari Distributor

TANJUNG SELOR – Pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan DPRD Kaltara…

Selasa, 20 September 2022 13:04

Dampak Kenaikan Harga BBM di Kaltara Mulai Terasa, Celakanya Belum Ada Solusi

TANJUNG SELOR – Rapat dengar pendapat (RDP) dilakukan Pemerintah Provinsi…

Selasa, 20 September 2022 12:50

SOA Dialokasikan Rp 8,6 Miliar, Distribusi Barang Terkendala Longsoran

TANJUNG Selor - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang yang dianggarkan…

Senin, 19 September 2022 08:12

Kebutuhan Pokok Bulungan Masih Sangat Tergantung Daerah Lain

TANJUNG SELOR - Produktivitas pangan di Kabupaten Bulungan dinilai belum…

Sabtu, 17 September 2022 12:22

DPMPTSP Kaltara Sudah Terbitkan 369 Izin Usaha

TANJUNG SELOR – Dalam pengurusan perizinan saat ini sudah dipermudah.…

Kamis, 15 September 2022 11:53

Tekan Inflasi dengan Bentuk Tim Pengendali

TANJUNG SELOR - Menyikapi tingginya angka inflasi di Tanjung Selor,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers