MANAGED BY:
SENIN
26 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 15 Juli 2022 17:18
Di Bulungan, Harga Cabai Turun Pelan-Pelan
KETERSEDIAAN CUKUP: Harga lombok di pasar induk perlahan mulai turun tapi belum ideal.

TANJUNG SELOR–Petani cabai sangat berperan penting dalam menstabilkan harga di pasaran. Pasalnya, salah satu faktor kenaikan harganya beberapa hari terakhir diakibatkan kurangnya ketersediaan.

Cabai kerap kali harganya naik-turun di pasaran. Terkini, harganya sudah menurun mencapai Rp 160 ribu, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 200 ribu per kilogram. Kristina, pedagang yang ditemui membenarkan soal harga cabai yang sempat melambung. Bahkan, dia sempat menjual nyaris di angka Rp 200 ribu per kilogram. Dia berasumsi, kenaikan komoditas itu disebabkan para petani lombok sempat tidak berkebun, bertepatan dengan hari raya. Sepengalamannya, jika ketersediaan dari petani terbatas, sementara permintaan tinggi, hal itu yang menimbulkan harga meroket.

"Mungkin kalau bahasa kerennya hukum pasar ya, tapi informasi yang saya dapat terbatasnya lombok masuk pasar karena daerah sumbangsih lombok paling banyak sempat tidak berkebun, karena bertepatan hari raya,” jelasnya.

Namun, beberapa hari terakhir, harga cabai berangsur turun. Meski penurunan harga belum begitu jauh, sekitar Rp 40 ribu. Dia menaruh harga lombok sebesar Rp 150–160 ribu.  "Sementara pedagang yang lain saya tidak tahu dijual berapa. Tetapi biasanya kurang lebih, jika selisih itu hanya sedikit,” ungkapnya.

Pantauan media ini, beberapa pedagang yang ditemukan di lapak berbeda mengatakan hal serupa. Harga cabai naik sebelum Iduladha, dua hari setelahnya harga kembali melorot. "Sekarang mulai turun. Saya jualnya Rp 140 ribu per kilogram,” ungkapnya. Meski harganya tinggi, lombok sudah menjadi kebutuhan pokok. Pembeli sejauh ini sempat mengeluh dengan harga tinggi tapi masih membeli, namun porsi pembelian berkurang. "Alhamdulillah, konsumen saya tetap beli. Karena kami yang menjual juga tidak memungut untung banyak, karena dari para petani sudah menaruh harga tinggi," jelasnya. (kpg/mts/dra/k8)

 


BACA JUGA

Jumat, 23 September 2022 02:47

Harga Udang Makin Anjlok, Petambak Mengeluh

TARAKAN - Harga udang di pasaran yang terlalu rendah, dikeluhkan…

Jumat, 23 September 2022 02:27

Pasar Batu Terapkan Transaksi QRIS

TARAKAN - Untuk pertama kalinya, Kota Tarakan melakukan launching Pasar…

Kamis, 22 September 2022 08:23

Pembelian Tak Dibatasi

DALAM upaya menekan harga pasar, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan…

Kamis, 22 September 2022 07:44

Gula Malaysia Masih Beredar

TANJUNG SELOR – Gula asal Malaysia masih ditemukan di pasaran,…

Rabu, 21 September 2022 02:29

Hasil Pemantauan di Pasar Induk Tanjung Selor, Harga Tak Merata dari Distributor

TANJUNG SELOR – Pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan DPRD Kaltara…

Selasa, 20 September 2022 13:04

Dampak Kenaikan Harga BBM di Kaltara Mulai Terasa, Celakanya Belum Ada Solusi

TANJUNG SELOR – Rapat dengar pendapat (RDP) dilakukan Pemerintah Provinsi…

Selasa, 20 September 2022 12:50

SOA Dialokasikan Rp 8,6 Miliar, Distribusi Barang Terkendala Longsoran

TANJUNG Selor - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang yang dianggarkan…

Senin, 19 September 2022 08:12

Kebutuhan Pokok Bulungan Masih Sangat Tergantung Daerah Lain

TANJUNG SELOR - Produktivitas pangan di Kabupaten Bulungan dinilai belum…

Sabtu, 17 September 2022 12:22

DPMPTSP Kaltara Sudah Terbitkan 369 Izin Usaha

TANJUNG SELOR – Dalam pengurusan perizinan saat ini sudah dipermudah.…

Kamis, 15 September 2022 11:53

Tekan Inflasi dengan Bentuk Tim Pengendali

TANJUNG SELOR - Menyikapi tingginya angka inflasi di Tanjung Selor,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers