MANAGED BY:
KAMIS
18 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 30 Juli 2022 21:24
Aturan Baru di Pelabuhan
STERILISASI DARI PEDAGANG: Sejumlah pedagang asongan yang mengantre di areal Pelabuhan Tunon Taka menunggu penumpang kapal turun untuk membeli.

MEGAHNYA bangunan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, pasca direnovasi total pada tahun lalu. Ternyata menyisihkan kisah pilu bagi para pedagang asongan, yang sudah puluhan tahun berdagang di areal tersebut. 

Kemegahan bangunan pelabuhan, tentunya memiliki sejumlah aturan baru terkait sterilisasi. Tapi hal itu malah dinilai para pedagang asongan, sangat merugikan mereka. Pasalnya, para pedagang itu tidak bisa lagi menjual di dalam pelabuhan kedatangan kapal. Bahkan, tak jarang para pedagang pun diusir dari area tersebut. 

Kekecewaan dirasakan salah seorang pedagang bernama Ani,50. Warga yang sudah puluhan tahun tinggal di Nunukan dan menggantungkan hidup dari berjualan asongan ini menceritakan, dirinya sudah sejak tahun 2000 melakoni profesi tersebut.

“Sejak pelabuhan itu masih kayu, saya sudah berjualan. Memang saya juga sadar, ada aturan baru ketika pelabuhan dibangun jadi megah begini. Masalahnya, dari hasil jualan selama ini kami hidup dan bisa menyekolahkan anak,” ucapnya, Jumat (29/7). 

Ani selalu menyiapkan dua termos es besar setiap kali kedatangan kapal penumpang. Tidak peduli, senja, dini hari, ataupun subuh. Setiap kali kapal datang, Ani sudah ada di pelabuhan untuk menjajakan minuman sirup merah campur susu, yang dikenal dengan es merah.

Dia selalu berusaha masuk pelabuhan, meski dijaga ketat petugas. “Kucing-kucingan masuknya. Jadi saya bawa termos es ke dermaga tradisional sebelah pelabuhan besar (Tunon Taka). Jaraknya tak sampai 10 menit. Berangkatnya sebelum kapal tiba di pelabuhan dan petugas belum berjaga,” ungkapnya.

Hasil dagangan Ani, jika dua termos es habis, bisa membawa uang Rp 1 juta lebih. “Tapi akhir-akhir ini, seringkali didatangi petugas disuruh pergi. Kami paham mereka punya tugas. Tapi kami belum mendapat jalan usaha lain, karena ini saja dikerja sejak dulu,” ujarnya. 

Dari hasil jualan itulah, anak perempuan yang dulunya sering dititipkan ke tetangga. Kini sudah mengenyam bangku kuliah di Pulau Jawa. “Kadang dagangan saya dikeluarkan dari pelabuhan oleh petugas. Bagaimana caranya saya bisa masuk lagi. Saya bayar Rp 10 ribu untuk speedboat. Bila tak ada petugas, baru naik kembali,” kata dia. 

Bangunan baru Pelabuhan Tunon Taka menyediakan sejumlah los/lapak, untuk para pedagang. Hanya saja, biaya sewa per bulan tidak murah. Menurut Ani, lokasi yang disiapkan kurang strategis, yang akan berpengaruh terhadap hasil jualan. 

“Mana kami sanggup bayar bulanan di los dalam pelabuhan. Mahal sewanya, kami kan cuman bawa untung sedikit. Sisanya buat biaya anak dan kebutuhan dapur saja,” tutur Ani. 

Dikonfirmasi terpisah, Manager Operasional Pelindo Nunukan Damsi mengatakan, pembangunan Pelabuhan Tunon Taka memiliki syarat penerapan aturan pelabuhan. Sehingga sterilisasi areal menjadi syarat mutlak. Hanya saja, aturan tersebut menjadi Simalakama. Jika dihadapkan pada nasib banyaknya pedagang asongan yang menggantungkan hidup, dari kedatangan kapal ke Pelabuhan Tunon Taka sejak dahulu.

Persoalan para pedagang asongan kerap menimbulkan pertanyaan, ketika ada sidak atau kunjungan Direksi Pelabuhan. “Kita siagakan penjaga di gate-gate pelabuhan. Para penjual asongan tak ada yang masuk lewat pintu masuk pelabuhan. Yang ada lewat jalur laut. Mereka bayar speedboat untuk menuju dermaga yang tidak terjaga petugas,” jelas Damsi.

Ulah para pedagang asongan, kata Damsi, sebenarnya cukup membahayakan. Mereka bisa saja jatuh dari dermaga saat nekat naik dan dipergoki petugas. Namun kondisi tersebut, sama sekali tidak menjadikan pertimbangan para pedagang yang telah lama berjualan. 

“Sebenarnya pertimbangan larangan berjualan dalam pelabuhan, lebih pada safety, kenyamanan, sterilisasi, dan ketertiban,” tegasnya.

Sebenarnya, Pelindo sudah kerap kali melakukan sosialisasi humanis. Agar para penjual menempati lapak yang disediakan di ruang tunggu lantai dua pelabuhan. Terdapat sekitar 20 ruko yang memang disediakan untuk penjual. Jumlah tersebut, diakui Damsi masih kurang, jika melihat jumlah pedagang asongan yang lebih dari 100 orang.

“Memang biayanya sedikit tinggi. Satu lapak sewanya Rp 1,8 juta per bulan. Jika merasa berat, bisa saja satu lapak ditempati tiga sampai empat orang. Jadi mereka patungan untuk bayar sewanya,” tutur Damsi.

Damsi tidak menampik, seringkali petugas mengeluarkan barang dagangan para pedagang. Tidak mudah menertibkan pedagang asongan di pelabuhan. Petugas juga merasa serba salah jika melihat kondisi yang ada. (*/dzl/uno)


BACA JUGA

Rabu, 17 Agustus 2022 10:58

Kolam Limbah Jebol Lagi, Air Sungai Tak Bisa Dikonsumsi

TANJUNG SELOR - Sasa (16/8), kolam limbah tambang yang berada…

Rabu, 17 Agustus 2022 10:56
Jebolnya Tanggul PT KPUC di Malinau

DLH Bantah Limbah Tambang, Diskes: Pencemaran Bisa Dilihat dari Fisik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya turun ke lokasi…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:44

Keberadaan TPS3R Dikeluhkan

TARAKAN - Warga RT 18 Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah mengeluhkan…

Senin, 15 Agustus 2022 10:06

Tak Hapal Nomor Plat, Salah Kembalikan Sepeda Motor

TARAKAN - Gara-gara salah bawa sepeda motor di Pelabuhan Malundung,…

Senin, 15 Agustus 2022 10:05

Pulang, 68 Jemaah Haji asal Tarakan Dalam Kondisi Sehat

TARAKAN - Dari total 68 jemaah haji asal Tarakan, yang…

Senin, 15 Agustus 2022 10:04

Dapur Higienis di Lapas Tarakan Jadi Atensi

TARAKAN - Keberadaan dapur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:50

Sebulan Berangkat, Rumah Disatroni Maling

TARAKAN - Ditinggalkan pemiliknya selama sebulan, rumah di RT 10…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:45

Mahasiswa Tuntut Kinerja PLN

TARAKAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Bersatu,…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:42

Tenaga Honorer Perlu Didata

NUNUKAN – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB)…

Jumat, 12 Agustus 2022 20:39

Pembangunan Dermaga Sungai Sebakis Jadi Temuan BPK

NUNUKAN – Proyek pembangunan dermaga Sungai Sebakis, di Kabupaten Nunukan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers