MANAGED BY:
KAMIS
18 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 05 Agustus 2022 20:52
Barang Bukti Ilegal Dibakar

Media Pembawa HPHK dan OPTK dari Malaysia

BARANG BUKTI DIBAKAR: Pemusnahan barang bukti pengungkapan HPHK dan OPTK oleh BKP Kelas I Tarakan di Nunukan.

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Tarakan Wilayah Kerja Nunukan, melakukan pemusnahan terhadap media pembawa hama penyakit hewan karantina (MP HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dari Tawau-Malaysia ke Sebatik-Indonesia. 

Barang-barang tersebut merupakan hasil tangkapan BKP, bersama instansi keamanan di Nunukan. Melibatkan, Lanal Nunukan, Polres Nunukan, Bea Cukai dan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 18/Komposit Buritkang, untuk medio Januari – Juli 2022. 

Kepala BKP Kelas I Tarakan Ahmad Mansuri Alfian menegaskan, pemusnahan dilakukan karena media yang diamankan tidak sesuai ketentuan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Seluruh media yang menjadi barang bukti merupakan ilegal. Tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal. Tak melalui tempat pemasukan yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Dan tidak dilaporkan kepada petugas karantina di negara tujuan,” terangnya, Kamis (4/8).

Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3238 Tahun 2009 tentang penggolongan jenis Hama Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan jenis media pembawa. Ada beberapa HPHK yang harus dicegah, agar tidak masuk ke wilayah NKRI.

Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2020 tentang penggolongan jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, Penggolongan dan jenis media pembawa. Ada beberapa OPTK yang harus dicegah agar tidak masuk ke wilayah NKRI.

Adapun HPHK dan OPTK yang dimusnahkan, meliputi daging kerbau beku merek Alana sejumlah 3.803 kg, daging sapi beku Taylor Preston 24 kg dan daging Burger 12 kg. Selanjutnya, sosis ayam 916,5 kg, sayap ayam sebanyak 200 kg dan Nugget ayam 72,90 kg. Bibit sawit 26 batang, bakso daging 20 kotak, bakso ayam 10 kotak, sawi 2 kotak, kentang 10 kotak, dan wortel 20 kotak.

“Terjadi penurunan drastis dalam pemasukan barang-barang ilegal. Faktor pandemi dan mewabahnya PMK menjadi faktor utama. Seluruh barang bukti sudah dilakukan pemusnahan dengan dibakar,” ungkap Alfian.

Alfian mengatakan, BKP memiliki kendala dalam penyimpanan barang bukti. Penangkapan terhadap sejumlah media pembawa penyakit, seperti daging ilegal dari Malaysia, serta makanan cepat saji, sosis, nugget dan lainnya. Harus dititipkan di mesin freezer milik perusahaan dengan membayar biaya sewa harian.

“Jadi mengurus barang bukti itu, menjadi beban negara dengan kendala terbatasnya gudang atau mesin pendingin,” ujarnya.

Selain itu, mayoritas barang-barang yang diamankan tidak ada pemiliknya. Sehingga menyulitkan BKP dalam penyidikan perkara. Setiap kali ada daging ilegal diamankan atau ada bahan bahan makanan yang masuk dari Tawau Malaysia. Tidak pernah ada pemilik yang mengakui barangnya.

Barang-barang ilegal tersebut, rata-rata dibawa motoris speedboat. Dalam interogasi, motoris tidak tahu siapa pemiliknya. Karena hanya dibayar mengirim barang ke pelabuhan nanti diambil pemiliknya. 

“Padahal, pemilik seharusnya bertanggungjawab terhadap barangnya sampai pemusnahan. Ini justru semua ditanggung karantina,” tuturnya. 

Pada dasarnya, barang-barang yang masuk unprosedural dari Malaysia karena kesalahan administrasi. Perkara administrasi menjadi tameng dalam pencegahan masuknya virus penyakit, seperti PMK yang tengah mewabah. (*/dzl/uno) 


BACA JUGA

Rabu, 17 Agustus 2022 12:40
BREAKING NEWS

Wartawan Sulit Abadikan Momen, Diskriminasi Masih Menghantui

TANJUNG SELOR - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:37

Mahasiswa Lakukan Aksi Bungkam

TARAKAN - Aksi diam dengan mulut dilakban, dilakukan belasan mahasiswa…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:35

Sementara 24 Parpol Dinyatakan Lengkap

TANJUNG SELOR – Batas pendaftaran bagi partai politik (Parpol) yang…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:34

Dugaan Korupsi di RSUD Nunukan, Rp 5 Miliar tanpa SPJ

UNIT Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Nunukan mendalami kasus…

Selasa, 16 Agustus 2022 15:00
BREAKING NEWS

Pria Berusia 14 Tahun Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

TANJUNG SELOR - Seorang pria berusia 14 tahun, ditemukan gantung…

Selasa, 16 Agustus 2022 12:53

Administratif Belum Lengkap, Daerah Otonomi Baru Perlu Dukungan

TANJUNG SELOR–Pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Tanjung Selor belum juga…

Senin, 15 Agustus 2022 10:01

Dokumen Kawasan Industri Lengkap, Diminta Harus Segera Bekerja sebelum Presiden Datang

Kegiatan di kawasan industri yang berada di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan…

Senin, 15 Agustus 2022 10:00

Genjot Pengerjaan Progres Gedung DPRD Kaltara, Bulanan Ditarget 10 Persen

TANJUNG SELOR–Progres pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:44

Bukan Jadi Kendaraan Bodong

TARAKAN - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai lakukan sosialisasi…

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:37

Dua Petinggi PT BTM Jadi Saksi

TANJUNG SELOR – Pemeriksaan terhadap para saksi dari Jaksa Penuntut…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers