MANAGED BY:
SENIN
26 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PARLEMENTARIA

Rabu, 24 Agustus 2022 14:55
Distribusi Barang ke Krayan Belum Lancar
LINTAS PERDAGANGAN: Blokade yang dilakukan masyarakat Krayan Kabupaten Nunukan yang terjadi pada 5 Juli lalu sudah kembali dibuka. Masyarakat tetap membutuhkan distribusi produk Malaysia untuk kebutuhan harian.

TANJUNG SELOR – Persoalan blokade jalan di perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan dengan Malaysia sudah dibuka kembali. Namun distribusi barang Malaysia masih belum lancar. 

Wakil Ketua II DPRD Kaltara Andi Muhammad Akbar berharap, agar segera ada solusi untuk dimulainya kembali pendistribusian barang asal Malaysia ke Krayan. Mengingat, masyarakat Krayan sebagian besar masih bergantung pada produk Malaysia. 

“Kalau distribusi dari Kabupaten Nunukan langsung akses ke sana sulit. Jadi kita harap distribusi dari Malaysia bisa dilakukan,” ungkapnya, Selasa (23/8).

Ia menilai agar segera ada solusi yang diupayakan untuk memfasilitasi. Sehingga blokade barang milik Koperasi Mitra Utama Kaltara bisa dibuka dalam waktu dekat. Dengan begitu, akses pendistribusian dapat segera berjalan.

Ia mengapresiasi adanya langkah dari kepala daerah yang mengajukan permohonan normalisasi perdagangan ke Pemerintah Malaysia. Begitupun juga dengan pemberian rekomendasi tambahan, kepada badan usaha sesuai tuntutan kelompok masyarakat yang lakukan blokade.

“Gubernur sudah bersurat ke Sarawak untuk bisa kembali membantu. Semoga ini bisa ditindaklanjuti, agar terbuka akses barang ke Krayan,” harapnya.

Keberadaan barang dari Malaysia masih sangat dibutuhkan masyarakat Krayan. Mengingat pendistribusian barang dalam negeri ke Krayan, belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Adanya barang dari Malaysia, secara harga jual cukup terjangkau bagi masyarakat. Hal ini disebabkan biaya pendistribusian dari Malaysia ke Krayan tidak terlalu tinggi.

“Utamanya supaya harga bisa membaik. Jika melihat kondisi yang ada di wilayah perbatasan, masyarakat lebih memilih memenuhi kebutuhan pokok dari negeri tetangga, daripada dalam negeri. Sebab, untuk dapat menikmati produk dalam negeri lebih mahal dan sulit,” tuturnya. (adv/fai/uno)


BACA JUGA

Selasa, 06 September 2022 07:55

Dewan Soroti Serapan APBD Rendah

TANJUNG SELOR - Realisasi APBD 2022 yang masih rendah, menjadi…

Senin, 05 September 2022 01:00

Masih Fokus Pendataan PTT

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) masih…

Rabu, 24 Agustus 2022 14:55

Distribusi Barang ke Krayan Belum Lancar

TANJUNG SELOR – Persoalan blokade jalan di perbatasan Krayan, Kabupaten…

Selasa, 23 Agustus 2022 07:48

Sektor Pertanian agar Dimaksimalkan

TANJUNG SELOR - Kondisi sektor pertanian di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 22 Agustus 2022 09:14

Wujud Nasionalisme Pemuda

TANJUNG SELOR – Kirab bendera merah putih sepanjang 677 meter,…

Selasa, 16 Agustus 2022 20:42

Dukungan Terhadap Ekonomi Hijau

TANJUNG SELOR – Adanya ekonomi hijau memiliki nilai baik bagi…

Kamis, 28 Juli 2022 21:10

Catatan Dewan Perlu Ditindaklanjuti

TANJUNG SELOR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara,…

Senin, 25 Juli 2022 21:20

Kinerja Pemprov Kaltara Belum Maksimal

TANJUNG SELOR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara…

Sabtu, 23 Juli 2022 21:07

Akses Bagi Masyarakat Apau Kayan, Pengalihan Status Jalan Segera Dilakukan

TANJUNG SELOR – Masyarakat yang menuju Kecamatan Apau Kayan, Kabupaten…

Rabu, 20 Juli 2022 21:54

Langsung Bentuk Tim Gabungan

TANJUNG SELOR – Setelah menerima kedatangan sejumlah tokoh masyarakat dari…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers