MANAGED BY:
SENIN
06 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 05 September 2022 01:22
Antrean BBM Masuk Kategori Sedang
KONDUSIF: Meski pemerintah menaikan harga BBM tapi kondisi antrean pengendara di SPBU Mulawarman masih dalam kategori sedang, Minggu (4/9).

SEJAK pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (3/9) lalu, antrean sudah mulai tampak melebihi biasanya. Meski begitu, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM subsidi di SPBU dalam kondisi aman.

Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan Susanto August Satria mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan kondisi penyaluran BBM subsidi di lapangan. Pertamina dapat memastikan penjualan BBM mengikuti ketentuan dalam Perpres 191/2014. Sehingga kendaraan tidak dapat melakukan pembelian secara berulang, dengan volume yang tidak wajar.

Selain itu, Satria mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan BBM Subsidi. Bagi masyarakat mampu, membeli bahan bakar Pertamax Series dengan RON minimal 92. Hal ini agar BBM subsidi dapat dikonsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mobil mewah jangan isi BBM subsidi, supaya kuota yang ada dapat tercukupi dan dialokasikan tepat sasaran,” harapnya, Minggu (4/9).

Selain itu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak melakukan penimbunan. Terlebih lagi meniagakan kembali BBM subsidi. Ia tegaskan, hal itu merupakan pelanggaran yang dapat diberikan sanksi pidana oleh aparat berwajib.

“Kami sudah memberikan sanksi kepada lembaga penyalur Pertamina yang terbukti melakukan pelanggaran, dalam distribusi BBM subsidi. Hingga Agustus 2022, Pertamina telah melakukan pembinaan kepada 33 SPBU dari seluruh wilayah Regional Kalimantan,” tegasnya.

Terpisah, Bagian Pengawas SPBU Mulawarman, John mengatakan antrean lebih banyak dari biasanya sudah terlihat sejak Sabtu lalu. Namun, di hari kedua setelah pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, antrean masih masuk dalam kategori sedang.

“Kami sudah menerima informasi kenaikan harga BBM subsidi, tinggal dilaksanakan. Kalau soal stok, selama ini tak pernah ada kendala. Solar 22 ton sekarang masih ready, pun demikian untuk Pertalite ada tersedia 28 ton. Masih cukup dan jumlah pengendara juga masih sama, biarpun ada kenaikan harga,” bebernya.

Sementara itu, pasca kenaikan harga BBM bersubsidi, Polres Tarakan mulai melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Kota Tarakan sejak Sabtu (3/9). Pengawasan diperketat untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan. Sebagai dampak terjadinya kenaikan harga BBM yang disubsidi pemerintah.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Barat Iptu Bahyudin Mappema mengatakan, melakukan pengamanan di SPBU Mulawarman. Pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan antrean yang cukup tinggi.

“Kami melibatkan beberapa personel. Kemudian personel Patroli Jarak Jauh (PJJ) Polda Kaltara sama-sama bersinergi melaksanakan pengamanan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengantisipasi munculnya  kelompok yang tidak menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi dan bisa berpotensi membuat situasi tidak aman khususnya di area SPBU.

Pihaknya menurunkan 15 personel khusus di SPBU Jalan Mulawarman. “Pantauan ini akan berlanjut sampai kondisi sudah membaik. Ini kami dapat perintah dari Kapolres. Sebelumnya memang personel sudah patroli rutin sejumlah SPBU di Tarakan,” ujarnya.

Bahyudin menambahkan, rencana kenaikan harga BBM ini sudah disampaikan pemerintah sejak dua pekan lalu. Isu kenaikan ini bersamaan dengan adanya bantuan dari program pemerintah, melalui bantuan langsung tunai maupun bantalan. (sas/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers