MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Senin, 05 September 2022 01:34
Kok Bisa...? Napi Narkotika di Tarakan Leluasa Keluar Lapas
BERALASAN MAU BEROBAT: Di ruang lobi Satuan Brimob Polda Kaltara ini napi Hendra sempat diamankan sebelum diserahkan ke Lapas Tarakan, Sabtu (3/9) malam.

TARAKAN - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Andi bin Arif alias Hendra diamankan Satuan Intel Brimob Polda Kaltara, sekira pukul 16.00 Wita, Sabtu (3/9).

Hendra diduga sedang berada di rumahnya, di Gang Cempaka RT 65 Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Dugaan awal, Hendra sedang menggunakan narkotika jenis sabu di rumah tersebut. Namun saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang bukti. Sedangkan hasil tes urine dinyatakan positif Metamphetamine.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Kabid Humas Kombespol Budi Rachmat mengatakan, memperoleh informasi ada narapidana kasus narkotika, Hendra sedang berada di rumah itu.

“Dicurigai pria yang sedang berdiri di depan sebuah rumah. Ditanyakan identitas dan mengaku bernama Andi alias Hendra (32 tahun). Pengakuan keluar dari Lapas untuk berobat, namun Hendra tidak dapat menunjukkan surat izin keluar untuk berobat. Saat dilakukan tes urine, hasilnya positif,” terangnya, Minggu (4/9).

Saat Hendra diamankan dan dibawa ke dalam Mako Brimob. Awak media ini sempat mencoba mengumpulkan informasi, namun tidak diizinkan mengambil gambar dan hanya menyaksikan Hendra dibawa ke dalam Mako Satbrimob.

Dari pantauan media ini, Hendra sudah diamankan di ruang lobi Satya Benuanta Cakti  Satbrimob Polda Kaltara sekira pukul 18.00 Wita, Sabtu malam. Nampak petugas Lapas turut mendampingi Hendra yang saat itu mengenakan topi berwarna hitam. Sekira pukul 19.00 Wita, Hendra dibawa ke ruang Unit Resmob Satuan Brimob Polda Kaltara.

Sejam kemudian, awak media ini sudah tidak melihat keberadaan Hendra. Malah diketahui sudah dikembalikan ke dalam Lapas Tarakan.

“Andi narapidana kasus kepemilikan narkotika jenis sabu, telah divonis 18 tahun penjara. Saat ini menjadi Tamping (tahanan pendamping) dan memperoleh izin keluar Lapas dari Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Tarakan. Alasan tidak dapat menunjukkan surat izin keluar, karena surat dipegang Kepala KPLP,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 65 Kelurahan Karang Anyar, Siti Qoiriyah mengaku tidak mengetahui perihal penggerebekan di rumah warganya. Namun ia mengungkapkan, rumah yang menjadi lokasi penggerebekan sudah melapor domisili dan tinggal beberapa tahun di wilayah tersebut.

“Sudah rumah pribadi sepertinya. Kalau soal penggerebekan, saya sama sekali tidak mendapatkan informasi. Tak melibatkan Ketua RT. Intinya RT itu tidak tahu apa-apa. Kenapa tidak ada informasi sebelumnya ini wilayah saya. Kalau berdasarkan aturan, seharusnya kegiatan atau aktivitas yang melibatkan warganya harus melalui pihak RT terlebih dulu,” ungkapnya.

Alasan pihak Lapas Kelas IIA Tarakan, terkait warga binaan yang berada di luar. Berbeda dengan keterangan Polda Kaltara yang menyebut, Hendra keluar Lapas untuk berobat. Dari keterangan Lapas Tarakan menyebut, Hendra izin keluar Lapas untuk menjenguk anaknya yang baru saja selesai operasi mata.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Arimin mengatakan, Hendra keluar sekira pukul 13.30 Wita, Sabtu (3/9). Seharusnya, Hendra diberikan izin 3 jam berada di luar Lapas. Namun karena sempat diamankan personel Intel Brimob Polda Kaltara, akhirnya Hendra baru masuk ke dalam Lapas pada 19.30 Wita.

Penyerahan Hendra dengan Brimob dilakukan di Lapas Tarakan. “Jenguk anaknya sakit, habis operasi mata di wilayah Pasir Putih (Gang Cempaka). Diperlihatkan ke kami juga foto operasi matanya. Ada namanya izin luar biasa, menjenguk keluarga sakit, bapak, ibu, anak, istri atau bagi waris dan keluarga terdekat maupun orangtua meninggal dengan syarat tertentu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap warga binaan yang hendak keluar Lapas memiliki prosedur yang harus ditaati. Warga binaan harus didampingi petugas Lapas sebagai pengawalan. Dengan surat pengawalan disertai surat izin keluar. Hanya saja, dalam kasus Hendra ini, saat aparat datang, tidak ditemukan ada petugas Lapas di rumah itu.

“Pada saat diamankan, petugas kami tidak melekat. Artinya, tidak menempel kemana Hendra pergi. Kami masih pendalaman (di mana posisi petugas Lapas). Karena kami akan periksa pengawal dan anggota kami. Satu orang petugas yang harusnya bertugas,” bebernya.

Sedangkan berkaitan surat yang tidak bisa ditunjukkan Hendra, Arimin mengungkapkan surat ada pada petugas Lapas. Kemungkinan ada kesalahpahaman. Namun, nantinya akan dipastikan melalui hasil pemeriksaan yang akan dilakukan.

Sanksi memungkinkan untuk petugas Lapas, maupun warga binaan yang melanggar sesuai prosedur. Sejauh mana kesalahannya dan prosedur mana yang tidak dijalankan dengan baik. “Sesegera mungkin kami memroses untuk melakukan pemeriksaan, seperti apa. Namanya mengawal, memang harusnya benar-benar mengawal,” tuturnya.

Dalam penangkapan Hendra, petugas Satbrimob sempat melakukan tes urine dan hasilnya positif pengguna sabu. Arimin pun tidak mau berspekulasi lantaran tes urine dilakukan pihak lain. Jika ternyata didapati Hendra menggunakan sabu di dalam Lapas. Pihaknya akan proses secara intern dan bisa diserahkan ke pihak berwajib.

Saat ini, Hendra masih diamankan sambil dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk petugas yang bertugas. Hasil pemeriksaan nantinya bisa berpengaruh pada gagalnya usulan remisi selanjutnya. Dengan melihat kesalahan yang dilakukan.

Hendra merupakan salah satu narapidana yang 2 kali tersangkut kasus sabu. Kasus pertama, sudah dijalani 12 tahun dan telah selesai. Saat ini sedang menjalani hukuman kasus kedua untuk 11 kg sabu, dikenakan 12 tahun penjara. Dalam berkas Lapas Tarakan, tersebut Andi Bin Arif. “Seingat saya kasus kedua ini sudah dijalani sekitar setahun lalu. Untuk kasus pertama sudah habis,” pungkasnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 02 Desember 2022 07:48

3 Parpol Dilakukan Verfak Perbaikan

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan kembali melakukan…

Jumat, 02 Desember 2022 07:39

Aksi Pengeroyokan Berhasil Dimediasi

TARAKAN - Pengeroyokan antarremaja terjadi di Jalan Hasanuddin sekira pukul…

Kamis, 01 Desember 2022 09:20

Napi Hendra32 Belum Dipindah ke Nusakambangan

TARAKAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kaltim mengambil langkah tegas…

Kamis, 01 Desember 2022 08:38

Butuh Tanggapan Masyarakat

TANJUNG SELOR - Penataan dan penyesuaian Daerah Pemilihan (Dapil) di…

Rabu, 30 November 2022 10:28
Resmi Naik 7,7 Persen, UMP Berlaku sejak Januari 2023

Penolakan UMP Kaltara Dianggap Tak Masalah

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya disahkan. Setelah…

Rabu, 30 November 2022 10:27

Dua Jalan Naik Status Nasional

TANJUNG SELOR–Beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Bulungan diusulkan…

Rabu, 30 November 2022 01:24

Rekrutmen Komisi Informasi Kaltara, Tes Potensi hanya Diikuti 34 Peserta

TANJUNG SELOR - Tahapan rekrutmen calon anggota Komisi Informasi (KI)…

Rabu, 30 November 2022 01:14

Aksi Balap Liar Resahkan Warga, Dirazia, Mengambil Sepeda Motor Harus Orangtua

TARAKAN - Sebanyak 21 sepeda motor terjaring dalam giat penertiban…

Selasa, 29 November 2022 12:22

Pengaspalan Tersisa 900 Meter

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya melakukan peningkatan…

Selasa, 29 November 2022 11:50

326 Guru Memenuhi Syarat PPPK

TANJUNG SELOR - Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers