MANAGED BY:
SENIN
26 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 22 September 2022 07:48
Untuk Pengembangan Komoditas Cabai di Bulungan, Usulkan Lahan 300 Hektare
SEDIAKAN LAHAN: Pemkab Bulungan telah siapkan 300 hektare untuk pengembangan komoditas cabai.

TANJUNG SELOR - Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang untuk memperbanyak pada komoditas tanaman yang menjadi kebutuhan masyarakat, salah satunya cabai.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan merespons positif peluang tersebut, dengan mengusulkan lahan pertanian baru untuk difokuskan penanaman cabai. Kepala Dinas Pertanian Bulungan Ahmad Yani mengungkapkan, untuk mendukung program Kementan dengan mengusulkan 300 hektare lahan baru, yang nantinya digunakan penanaman cabai.

“Tahun ini ada penambahan luasan areal tanaman cabai sebanyak 25 hektare, tersebar di seluruh kecamatan di Bulungan,” terangnya, belum lama ini.

Secara ketersediaan cabai di Bulungan, diakui masih kurang. Dikarenakan musim panen yang tidak menentu, sehingga alokasi ke pasar pun terhambat. Kondisi tersebut, secara tidak langsung berpengaruh pada stabilitas harga di pasaran.

“Kalau untuk hasil produksi cabai ini saya belum melihat datanya. Tapi yang jelas, cabai ini dihasilkan dari para petani lokal. Harganya sempat merangkak naik karena produksi yang tidak kontinyu,” tuturnya.

Langkah pemberian bibit cabai yang dilakukan pemerintah, diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi persoalan tersebut. Bibit cabai yang dibagikan kepada masyarakat dari Dinas Pertanian. Selain cabai, komoditas yang memicu angka inflasi di Bulungan yaitu bawang merah.

Namun, untuk produksi bawang merah di Bulungan saat ini terus digenjot. Dengan menjalin kerja sama Bank Indonesia (BI), untuk mengangkat potensi pengembangan bawang merah di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

“Saat ini luasan lahan yang masih kita kembangkan seluas satu hektare,” imbuhnya.

Dalam pengembangan bawang merah ini, diperlukan waktu sekitar dua bulan sudah bisa panen. Wilayah yang berpotensi pengembangan bawang merah selain di Apung, juga ada di Kilo 57. Jadi, pemilihan lokasi untuk dijadikan pengembangan bawang merah mesti sesuai kultur tanah. (*/mts/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers