MANAGED BY:
SENIN
26 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 23 September 2022 02:47
Harga Udang Makin Anjlok, Petambak Mengeluh

TARAKAN - Harga udang di pasaran yang terlalu rendah, dikeluhkan petani tambak di Tarakan. Padahal harga udang ini pernah berada pada puncak harga tertinggi sekitar awal tahun 2.000-an.

Salah seorang petambak, Lukman mengaku, harga udang terus mengalami penurunan. Bahkan di setiap periodik panen, saat dijual harga udang semakin turun. Dari harga tertingginya itu dibandingkan harga saat ini sangat luar biasa perbedaannya.

“Anggaplah turun di setiap air tidak signifikan. Tapi, kalau diakumulasikan sekarang ini ibaratnya sudah tidak ada harga. Berbanding dengan apa yang kami perlukan, untuk biaya operasional. Mulai dari biaya bibit, bahan bakar, pupuk, racun, kapur, sembako dan transportasi terus naik. Jadi sudah tidak berimbang,” jelasnya, Kamis (22/9).

Ia tidak mengetahui faktor turunnya harga udang. Padahal keluhan sudah disampaikan secara demo dan mediasi kepada pemerintah maupun perwakilan di eksekutif dan legislatif. Ia menganggap, dua lembaga itu sudah tidak mau tahu atau mencarikan solusi terkait harga udang.

“Kami sudah lelah. Ibaratnya hanya menerima apa yang ada. Mau berteriak, perwakilan kami kerjanya nol besar. Padahal belum pernah ada Wali Kota atau wakil rakyat yang bisa dua periode saat harga udang anjlok. Pemilih di Tarakan kurang lebih 90 persen nelayan,” keluhnya.

Harga udang berdasarkan size, paling besar size 20 komisi Rp 55 ribu per kilogram dengan tabel Rp 80 ribu per kilogram. Diakumulasikan size 20 harga Rp 135 ribu per kilogram. Sedangkan di dunia pertambakan, size 20 baru bisa didapatkan dalam kurun waktu 6 bulan. Jumlah panen pun tidak bisa ditentukan banyak dan tidaknya. Karena banyaknya faktor selama 6 bulan tersebut.

Dibandingkan harga dulu, bisa sampai 200 persen menurunnya. “Bagaimana sih pabrik itu menentukan harga udang, kami tidak tahu. Kalau barang komoditi di muka bumi ini kan kita tahu, kenaikan karena ada sebab. Misalnya karena harga minyak dunia naik atau terjadi krisisi ekonomi dengan melambungnya dolar sampai terpuruknya rupiah,” bebernya.

Saat di awal harga udang turun, alasan yang disampaikan karena harga dolar turun. Udang merupakan komoditas ekspor dan dibeli dengan dolar. Namun, saat harga dolar naik tinggi, harga udang malah semakin turun. Bahkan komoditi laut yang lain, mulai dari kepiting, ikan sampai udang galah mengalami kenaikan.

Ia pun meminta penjelasan kepada pemerintah, dalam regulasi penentuan harga udang. Apakah berdasarkan harga di luar atau hanya ketentuan dari kesepakatan pabrik dan tidak melibatkan nelayan. Semua cool storage di Tarakan menetapkan harga sama.

Sementara penjualan dijual ke pabrik sebagai lemparan terakhir di cool strorage untuk mengekspor. Selain pabrik, ada juga pos penampung yang biasanya mengambil dari nelayan, namun muaranya tetap ke pabrik.

“Karena pabrik lah yang punya wewenang mengekspor keluar. Harga udang ditetapkan cool storage. Mereka menginformasikan kepada pos dan nelayan itu pada saat keputusan rapat antar pabrik di Tarakan. Artinya, penentuan harga selesai dan harga fiks sudah didapat,” ujarnya.

Sebagai nelayan, pemikirannya pasti turunnya harga udang ini karena ada monopoli. Merujuk pada situasi ekonomi yang secara global, saat semua harga komoditi naik. Menurunnya harga udang ini dianggapnya tidak masuk akal.

Lukman yang juga memiliki pos pembelian udang mengaku, tidak bisa melakukan negosiasi terkait harga udang. Ia mengungkapkan, penentuan harga hanya berdasarkan rapat para pemilik cool storage sudah terjadi sejak dulu.

“Setahu kami, dulunya penentuan harga udang selalu berkolerasi dengan situasi dan kondisi perekonomian secara global. Harga komoditi naik, harga udang naik atau stabil. Tapi, sekarang malah terus turun,” kesalnya.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara Rukhi Syayahdin mengaku, akan mengumpulkan cool storage, petani tambak serta pihak perusahaan terkait koordinasi harga udang. “Tunggu dulu, kami masih koordinasi dengan semua stakeholder. Termasuk ke petani tambak,” singkatnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 23 September 2022 02:47

Harga Udang Makin Anjlok, Petambak Mengeluh

TARAKAN - Harga udang di pasaran yang terlalu rendah, dikeluhkan…

Jumat, 23 September 2022 02:27

Pasar Batu Terapkan Transaksi QRIS

TARAKAN - Untuk pertama kalinya, Kota Tarakan melakukan launching Pasar…

Kamis, 22 September 2022 08:23

Pembelian Tak Dibatasi

DALAM upaya menekan harga pasar, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan…

Kamis, 22 September 2022 07:44

Gula Malaysia Masih Beredar

TANJUNG SELOR – Gula asal Malaysia masih ditemukan di pasaran,…

Rabu, 21 September 2022 02:29

Hasil Pemantauan di Pasar Induk Tanjung Selor, Harga Tak Merata dari Distributor

TANJUNG SELOR – Pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan DPRD Kaltara…

Selasa, 20 September 2022 13:04

Dampak Kenaikan Harga BBM di Kaltara Mulai Terasa, Celakanya Belum Ada Solusi

TANJUNG SELOR – Rapat dengar pendapat (RDP) dilakukan Pemerintah Provinsi…

Selasa, 20 September 2022 12:50

SOA Dialokasikan Rp 8,6 Miliar, Distribusi Barang Terkendala Longsoran

TANJUNG Selor - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang yang dianggarkan…

Senin, 19 September 2022 08:12

Kebutuhan Pokok Bulungan Masih Sangat Tergantung Daerah Lain

TANJUNG SELOR - Produktivitas pangan di Kabupaten Bulungan dinilai belum…

Sabtu, 17 September 2022 12:22

DPMPTSP Kaltara Sudah Terbitkan 369 Izin Usaha

TANJUNG SELOR – Dalam pengurusan perizinan saat ini sudah dipermudah.…

Kamis, 15 September 2022 11:53

Tekan Inflasi dengan Bentuk Tim Pengendali

TANJUNG SELOR - Menyikapi tingginya angka inflasi di Tanjung Selor,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers