MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 26 September 2022 11:08
Komitmen GNPIP Turunkan Inflasi
UPAYA TEKAN INFLASI: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang (dua dari kiri) saat menghadiri peluncuran GNPIP di Taman Berkampung Tarakan, Minggu (25/9).

TARAKAN - Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyaksikan kegiatan peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Minggu (25/9).

Sebelumnya, juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama dalam pembuatan data dan informasi pangan strategis. Serta komitmen perdagangan antardaerah intra Provinsi Kaltara diwakili masing-masing perwakilan TPID dari empat kabupaten dan satu kota.

Dengan komitmen GNPIP ini, kata Zainal, diharapkan bisa membantu menurunkan angka inflasi di Kaltara. Sebab, pemerintah saat ini tengah berjuang keras untuk dapat menekan tingkat inflasi agar terkendali.

“Presiden RI Pak Joko Widodo bahkan memberikan perhatian khusus terhadap hal ini dan memerintahkan para bupati, wali kota, gubernur seluruh Indonesia. Untuk dapat bekerja sama dengan TPID dan TPI pusat, agar mengendalikan inflasi tetap berada di bawah angka 5 persen,” jelasnya.

Bahkan pihaknya mengajak masyarakat, untuk menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare. Guna membuat pabrik tapioka di Kaltara. Hal ini juga mengantisipasi petani yang kabur usai memanen singkong.

“Kami berupaya agar Kaltara menjadi pengekspor ubi yang akan dikirim ke negara tujuan. Mudahan lahannya ada. Kami coba satu hektare dulu dan menunggu proses pembuahan selama seminggu. Ini jenisnya singkong gajah. Nanti kami siapkan bibitnya. Yang penting petani punya lahan 5.000 hektare,” ungkapnya.

Pihaknya berupaya agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang menganggur, untuk ditanami holtikultura. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi petani di Kaltara.

Berdasarkan rilis dari BPS Kaltara, Pada Juli 2022 Provinsi Kaltara mengalami inflasi sebesar 0,47 persen dan inflasi kalender 3,70 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun 5,27 persen.

“Kenaikan inflasi dipengaruhi oleh beberapa kelompok. Diantaranya kelompok transportasi 0,73 persen, kelompok penyediaan makanan dan makanan minuman restoran 0,73 persen, kelompok makanan minuman dan tembakau 0,33 persen,” sebutnya.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga turut menjadi salah satu pemicu kenaikan inflasi di Kaltara. Berdasarkan pantauan harga pasar, masih ada beberapa komoditas pangan pokok yang mengalami kenaikan hingga 8 persen dan 36 persen dari harga semula.

“Seperti biasanya tepung terigu mengalami kenaikan Rp 4 ribu, kemudian cabai rawit naik Rp 10 ribu, termasuk juga ongkos tiket pesawat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala KPwBI Kaltara Tedy Arief Budiman mengajak masyarakat menanam holtikultura di pekarangan rumah. Saat ini, Pemprov Kaltara juga gencar melaksanakan penanaman holtikultura, seperti cabai dan bawang merah.

“Ini memang kolaborasi antar stakeholder. Kami menebar bibit cabai di luas lahan 80 hektare. Rencana akan ada 1 juta bibit cabai yang akan disebar di Provinsi Kaltara. Siap panen, sebagian kan diperjualbelikan dan sebagian buat bibit,” singkatnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers