MANAGED BY:
SENIN
06 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 18 Oktober 2022 13:08
Berlakukan e-Ticketing

Bulan Depan, di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan

E-TICKETING: Penerapan e-Ticketing di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan direncanakan bisa diluncurkan pada November mendatang.

TARAKAN - Penerapan e-Ticketing bagi pengguna jasa pelayaran di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan akan diberlakukan. Hanya saja, pihak pengembang aplikasi dengan agen speedboat masih harus melakukan koordinasi dan pemantapan pelaksanaan.

Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltara Idham Chalid mengatakan, sejak awal mendukung aplikasi e-Ticketing untuk pembelian tiket speedboat reguler antarkabupaten kota di Pelabuhan Tengkayu I. Terutama di era digitalisasi, zaman globalisasi ini ada perubahan dinamika dalam pemerintahan hingga dunia usaha.

“Ada peningkatan persaingan dalam berbisnis dan usaha. Kami di pemerintahan pun semua pekerjaan sudah mulai dilakukan secara modernisasi. Mau tidak mau harus dilalui pada saat ini,” jelasnya, Senin (17/10).

Ada banyak hal positif yang didapatkan dari sistem e-Ticketing ini, dari sisi pelayaran speedboat di perairan sungai dan laut. Masyarakat pada umumnya, dari sisi kenyamanan, kecepatan dan ketepatan waktu. Perusahaan yang melakukan sosialisasi memulai proses pembuatan sistem e-Ticketing sejak tahun 2019.

Selama dalam perjalanan terus melakukan perbaikan dan audensi, dengan Dishub Kaltara. “Kami dukung apapun nanti hasilnya. Tentu saja perlu kesepakatan dan harmonisasi pemilik speadboat dengan agen dan pembuat aplikasi. Karena dalam hal ini bisnis. Kami tidak akan melakukan intervensi terhadap kegiatan tersebut. Hanya bentuk dukungan, karena berkaitan kenyamanan pengusaha. Baik di pihak perusahaan dan masyarakat lainnya,” harapnya.

Sejauh ini sudah ada tiga perusahaan yang melakukan audensi dengan Dishub Kaltara. Semua perusahaan wajib menyertakan izin perusahaan, berkaitan pelayaran dan harus berhubungan dengan pemerintah. Khusus harga tiket dalam e-Ticketing, tidak ada pihak manapun yang membuat satu tindakan. Untuk menaikkan atau menurunkan harga tiket tanpa sepengetahuan Pemprov.

“Harus sesuai Peraturan Gubernur. Semua dalam pengawasan kami,” imbuhnya.

Saat sosialisasi disampaikan, dari pengelola aplikasi tidak menarik satu rupiah pun dalam penentuan harga. Sebelum ini, permasalahan pihak pengelola yang tidak bisa mendaftarkan aplikasi di Playstore sudah tidak ada kendala.

“Hanya saja mereka (pengelola aplikasi) butuh data, baik armada yang akan berlayar, trayeknya darimana kemana dan data penumpang. Harus dilengkapi supaya bisa bersaing dengan brand terkenal,” tuturnya.

Setelah ada kesepakatan dengan pihak agen dan pemilik speedboat, maka aplikasi sudah bisa diakses dan digunakan. Saat ini informasi dari PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), izin sudah lengkap.

Namun pihaknya menyarankan, dalam pengoperasian aplikasi, satu jam sebelum keberangkatan untuk pemesanan tiket sudah ditutup. Mengantisipasi jika ada pemesanan yang batal di beberapa menit jelang keberangkatan.

Sementara di Pelabuhan sudah ada banyak calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket. “Sebaiknya diatur jeda waktunya. Katakanlah kurang lebih sejam, sisanya ya tinggal datang ke agen. Jadi agen dalam hal ini tidak dihilangkan dan tetap ada,” ungkapnya.

Tidak hanya dukungan Pemprov Kaltara, dari pihak pengembang juga berharap dukungan masyarakat. Agar aplikasi e-Ticketing ini bisa memberikan efek positif. Sekaligus memberikan kemudahan pembelian tiket regular, tanpa harus ke Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Terutama untuk calon pembeli yang memiliki keterbatasan waktu dan kepastian tersedianya tiket.

Pengembang aplikasi e-Ticketing Speedboat Online, Ruri Ahmad Sururi mengatakan sebenarnya dari sisi aplikasi sudah 90 persen. Sisanya tinggal terkait dengan pengecekan posisi speedboat. Dalam hal menyesuaikan Google Maps untuk mengetahui posisi speedboat.

“Seperti tracking. Hal yang bersifat penting sudah selesai semua. Hanya tambahan-tambahan tracking speedboat yang belum selesai. Tapi aplikasi pada dasarnya sudah bisa digunakan masyarakat dan terpublish di Playstore,” katanya.

Pihaknya terus melakukan update setiap hari, untuk perbaikan dan penambahan fitur yang akan digunakan. Namun, pada dasarnya fitur yang akan ditambah sudah berdasarkan masukan. Karena aplikasi ini sudah mendapatkan masukan dan saran dari agen dan pemilik speedboat sejak tahun 2020 lalu.

Dinilainya sudah sempurna dan bisa diberlakukan. Ia berharap dukungan penuh dari masyarakat Kaltara, agen maupun pemilik speedboat terkait pengembangan digital. Support penuh agar aplikasi bisa digunakan masyarakat. Karena aplikasi tidak seperti perusahaan, tetapi ada beberapa yang digabung menjadi satu agar menjadi digital.

“Target kami sebenarnya sudah bisa dilaunching setelah sosialisasi. Nanti kami akan melakukan pertemuan lagi dengan pemilik dan agen, untuk mengisi data siapa yang berkenan bersedia lebih dulu menjalankan. Bulan ini atau paling lama bulan depan sudah berjalan,” harapnya.

Proses pembelian tiket, ia jelaskan setelah menginput data di aplikasi. Maka sudah ada barcode dan kode booking. Selanjutnya agen booking dan issued semua menggunakan handphone, untuk mempermudah pemesanan tiket.

Pihaknya dalam hal ini hanya sebagai penyedia aplikasi. Proses selanjutnya dalam menjalankan aplikasi bisa dari pemerintah atau agen. Sekaligus nanti bisa melakukan pengecekan data penumpang melalui aplikasi.

Saat ini tampilan pertama dalam aplikasi ada dua menu, pembelian tiket dan carter. Namun, carter belum bisa digunakan. Karena masih belum ada komunikasi dan sementara ini fitur reguler yang bisa digunakan.

“Ke depannya ada penambahan fitur yang bisa bermanfaat untuk masyarakat Kaltara. Harapan kami aplikasi ini bisa diimplementasikan di masyarakat. Kalau pro dan kontra pasti ada. Tapi mau tidak mau ini sudah saatnya digital. Nantinya harus berjalan dengan baik,” urainya.

Sementara itu, pengusaha speedboat dari Sinar Baru Expres Suyanto memberikan dukungan pelaksanaan pembelian tiket speedboat secara online. Menurutnya, saat ini sudah zaman untuk pelayanan Dishub Kaltara melek teknologi.

Selain itu, pemesanan tiket juga bisa diprediksi selama beberapa hari ke depan. Berapa bookingan dan jika ada pembatalan bisa diatur kembali. Penumpang yang sudah memesan tiket secara online, tetap harus ke agen. Untuk boarding sebelum menaiki speedboat.

“Kami siap mendukung dan menjalankan. Keuntungannya, terutama dari sisi pengusaha ada peningkatan penjualan. Bisa mengurangi pembelian tiket lewat calo, jumlah penumpang meningkat secara otomatis. Memudahkan masyarakat. Jadi penumpang waktu turun ke pelabuhan bisa cepat prosesnya,” tuturnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers