MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 21 Oktober 2022 01:30
Siswa Main HP saat Guru Ngajar, Guru Marah, Dikembalikan ke Orangtua, Orangtua Lapor ke Disdikbud

TARAKAN – Orangtua siswa kelas XII jurusan bangunan SMK Negeri 2 Tarakan, RF mempertanyakan perihal keputusan sekolah mengembalikan RF ke orangtua.

Persoalan ini bahkan sampai dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara dan meminta bantuan dari DPRD Tarakan untuk mediasi dengan pihak sekolah.

RF mengatakan, permasalahan awalnya saat kedapatan menggunakan handphone di saat jam belajar, pada 23 September lalu. Guru Matematika yang sedang mengajar kemudian mengambil handphone RF dan menyerahkan ke Wali Kelas.

“Saya minta Pak Windu, bilang tunggu pak Joko. Alasan ambil HP karena lagi menulis materi di papan tulis. Saya selesai mencatat, tiba-tiba buka HP, karena banyak teman juga main HP. Cuma saya yang diambil HP-nya,” ucapnya, Kamis (20/10).

Saat pulang sekolah, RF bersama temannya pun sempat meminta handphone miliknya. Namun hanya disuruh keluar dari ruang guru dan handphone tidak diberikan. Selanjutnya, pada Minggu 25 September, RF mendatangi rumah Kepala Bengkel, Windu dan upaya mengambil handphone kembali dilakukan keesokan harinya di sekolah.

“Senin 26 September kejadian pas geledah ruangan guru. Awalnya minta baik-baik, tapi HP tidak diberikan. Saya cari sendiri, tapi divideoi oleh oknum guru,” ujarnya.

Setelah beberapa kali pertemuan mediasi, kemudian orang tua datang dan terakhir pertemuan bersama Kepala Sekolah, BK dan Wali Kelas pada 1 Oktober lalu. Keputusan akhir RF dikembalikan kepada orang tua. “Saya sudah berupaya untuk meminta pendapat anggota DPRD pada 19 Oktober dan ke Lembaga Pelindungan Anak, agar bisa kembali ke sekolah,” tuturnya.

Siswa tersebut mendapat surat yang berisikan sudah tidak diperkenankan lagi bersekolah di SMKN 2 Tarakan. “Saya tak sekolah itu mulai 7 Oktober sampai 18 Oktober, sekitar dua minggu. Pihak sekolah pun tak ada menghubungi kami. Saat mediasi, saya bahkan sudah meminta maaf kepada guru dan berjanji tak mengulangi perbuatan itu lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Tarakan Eko Dani Wariyanto mengatakan, permasalahan menggunakan handphone di kelas bisa diselesaikan. Jika dari siswanya berlapang dada mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya. Namun, RF disebutnya malah datang ke sekolah dengan membawa dua orang temannya yang memiliki tato.

Bahkan RF menggeledah ruang guru, memeriksa tas guru untuk mencari handphone. Pihaknya pun sempat memanggil Babinsa Karang Anyar Pantai, untuk meminta perlindungan.

“Keputusan ada di Dewan Guru, karena mereka yang menilai. Kami sarankan ke bawah, bertemu gurunya menyampaikan penyesalan pribadi. Hari berikutnya datang bersama ibunya, saya panggil guru di sini dan disampaikan. Saya mau lihat motivasinya, tapi waktu yang panjang. Karena tidak ada (ucapan maaf dengan ikhlas), semua ada tata tertib,” jelasnya.

Sejak awal keputusan Dewan Guru tidak mengeluarkan. Melainkan mengembalikan RF ke orang tuanya, untuk mendapatkan terapi yang lain untuk mendidik. Pihaknya juga mendorong orang tua untuk tetap menyekolahkan RF meski ke Paket C.

“Kami siap membantu meneruskan pendidikan ke tempat lain. Paket C juga bagus dan masih dihargai untuk bisa kuliah. Masalah ini memang sudah fatal, bukan masalah sepele. Sekolah ini membangun karakter untuk bisa menghargai orang lain, waktu dan pekerjaan,” tuturnya.

Keseharian RF di sekolah, dijelaskan Guru BK SMK Negeri 2 Tarakan, Asianti Embunwati sebenarnya sejak di Kelas X nilainya cukup bagus dan bisa berinteraksi dengan guru maupun temannya di sekolah.

“Tapi naik ke kelas XI sudah mulai menurun. Keterlambatan masuk sekolah sangat sering. Banyak tahapan yang kami lakukan untuk RF. Tapi kali ini memang RF melanggar tata tertib Nomor 15, terbukti dengan alat bukti dan saksi menghina guru. Maka sanksi atas pelanggaran tersebut dikembalikan kepada orang tua,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Teguh Henri Sutanto membenarkan, adanya keputusan sekolah mengembalikan siswanya kepada orangtua di SMK Negeri 2 Tarakan. Terkait kasus ini, pihaknya memberikan dukungan dan keputusan sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Disdikbud sudah menerima pemberitahuan, adanya anak yang dikeluarkan, tapi belum laporan resmi. Adanya hal itu, Disdikbud melakukan rapat membentuk tim untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami terima laporan, siswa ini mendatangi sekolah dengan membawa orang yang diduga preman karena memiliki tato. Agar bisa kembali mengambil HP yang disita,” tuturnya.

Pihaknya juga menyayangkan adanya tindakan siswa yang bermain HP di saat jam belajar berlangsung. Tidak mengakui kesalahan, dengan menggeledah ruang guru untuk mencari HP miliknya yang disita.

“Dengan tindakan seperti itu tentu pihak sekolah tak membiarkan. Jangan sampai sekolah yang merupakan lembaga pendidikan merasa diremehkan. Kami merekomendasikan kepada siswa itu untuk pindah sekolah. Baik SMK negeri maupun swasta. Terpenting tidak putus sekolah, mengingat waktu belajar bagi siswa itu sisa 4 bulan lagi,” pesannya. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 02 Desember 2022 07:48

3 Parpol Dilakukan Verfak Perbaikan

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan kembali melakukan…

Jumat, 02 Desember 2022 07:39

Aksi Pengeroyokan Berhasil Dimediasi

TARAKAN - Pengeroyokan antarremaja terjadi di Jalan Hasanuddin sekira pukul…

Kamis, 01 Desember 2022 09:20

Napi Hendra32 Belum Dipindah ke Nusakambangan

TARAKAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kaltim mengambil langkah tegas…

Kamis, 01 Desember 2022 08:38

Butuh Tanggapan Masyarakat

TANJUNG SELOR - Penataan dan penyesuaian Daerah Pemilihan (Dapil) di…

Rabu, 30 November 2022 10:28
Resmi Naik 7,7 Persen, UMP Berlaku sejak Januari 2023

Penolakan UMP Kaltara Dianggap Tak Masalah

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya disahkan. Setelah…

Rabu, 30 November 2022 10:27

Dua Jalan Naik Status Nasional

TANJUNG SELOR–Beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Bulungan diusulkan…

Rabu, 30 November 2022 01:24

Rekrutmen Komisi Informasi Kaltara, Tes Potensi hanya Diikuti 34 Peserta

TANJUNG SELOR - Tahapan rekrutmen calon anggota Komisi Informasi (KI)…

Rabu, 30 November 2022 01:14

Aksi Balap Liar Resahkan Warga, Dirazia, Mengambil Sepeda Motor Harus Orangtua

TARAKAN - Sebanyak 21 sepeda motor terjaring dalam giat penertiban…

Selasa, 29 November 2022 12:22

Pengaspalan Tersisa 900 Meter

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya melakukan peningkatan…

Selasa, 29 November 2022 11:50

326 Guru Memenuhi Syarat PPPK

TANJUNG SELOR - Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers