MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 11 November 2022 00:39
Diduga Dianiaya 2 Seniornya, Prajurit Berpangkat Prada Tewas

TARAKAN - Prajurit Yonif 614 Raja Pandhita Malinau berpangkat Prada berinisial MAP meninggal dunia, diduga dianiaya dua orang seniornya, Sabtu (5/11) lalu.

Kedua terduga pelaku juga berdinas di Yonif 614 Raja Pandhita. Parahnya lagi, korban meninggal dunia dengan dugaan analisa gagal pernapasan. Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif mengatakan, Prada MAP dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter RSUD Malinau beberapa jam setelah kejadian.

Selanjutnya, korban dipulangkan ke kampung halamannya di Kalimantan Selatan. Sementara dua orang terduga pelaku menjalani pemeriksaan di Detasemen POM VI/3 Bulungan. Terkait kasus ini, Kodam VI Mulawarman melakukan investigasi dan menindaklanjuti kasus penganiayaan Prada MAP, yang diduga dilakukan dua orang seniornya.

Sesuai perintah dari Pangdam VI Mulawarman, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 24 Bulungan Cakti dan Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) VI Mulawarman, segera melakukan investigasi penanganan perkara. Dengan prosedur hukum dan ketentuan yang berlaku.

“Dua terduga pelaku yang merupakan anggota Kipan E Yonif 614 Raja Pandhita, diamankan di Denpom VI/3 Bulungan,” jelasnya, Kamis (10/11).

Kolonel Taufik menegaskan, kasus penganiayaan bermula dari tindakan Prada MAP yang pada saat keluar kesatriaan Yonif 614 Raja Pandhita tidak melaksanakan prosedur perizinan kepada siapapun. Sehingga korban mendapat tindakan dari 2 orang seniornya yaitu Pratu AH dan Pratu MF. Dengan tindakan berendam di kolam renang, berguling dan pemukulan.

Akibat dari pemukulan tersebut, Prada MAP tidak sadarkan diri. Selanjutnya Prada MAP dibawa ke Poliklinik Yonif  614 Raja Pandhita. Dalam penanganan dokter Yonif 614 Raja Pandhita, Prada MAP tidak kunjung sadarkan diri. Sehingga pihak dokter menyarankan untuk dievakuasi menuju RSUD Malinau.

“Tiba di UGD RSUD Malinau, Prada MAP langsung ditangani oleh dr Indy. Dokter yang bertugas di UGD RSUD Malinau. Prada MAP dinyatakan meninggal dunia dengan analisa  gagal pada pernapasan pada hari Sabtu 5 November 2022, pukul 12.25 Wita,” ungkapnya.

Menerima laporan tersebut, Pangdam VI Mulawarman memerintahkan Danpomdam VI Mulawarman untuk segera memroses kedua oknum anggota Yonif 614 Raja Pandhita. Sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sementara Danbrigif 24 Bulungan Cakti Kolonel Inf Teguh juga memerintahkan Danyonif 614 Raja Pandhita untuk mengurus jenazah Prada MAP.

“Jenazah Prada MAP saat ini telah dimakamkan di kampung halamannya Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan POM VI/3 Bulungan, Mayor Cpm Setiawan Sigit Triyantho mengakui kasus ini sudah sampai ke tahap penyidikan di Denpom. Tidak ada motif pribadi yang melatarbelakangi aksi penganiayaan. Melainkan pembinaan yang dilakukan seniornya, namun terlalu keras.

Ia juga menegaskan, dari pimpinan satuan di TNI AD sudah menyampaikan kepada seluruh jajarannya. Agar tidak melakukan pembinaan dengan kekerasan. Komandan satuan pun sudah mengikuti perintah pimpinan TNI AD.

“Korban Prada MAP, terduga pelaku Pratu M dan Pratu A. Kejadiannya Sabtu lalu dan kedua terduga pelaku sudah dibawa ke Denpom Bulungan untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.

Setelah dilakukan penyidikan, selanjutnya kasus ini akan dilimpahkan ke Oditor Militer di Balikpapan, atau pejabat yang diberi wewenang. Untuk bertindak sebagai penuntut umum dalam lingkungan peradilan militer.

Kedua terduga pelaku juga dikirim ke Balikpapan, untuk menjalani sidang di Pengadilan Militer I-07 Balikpapan. “Kalau ancaman untuk pelaku bukan ranah saya, itu di sidang nanti yang menentukan,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Brigif 24 Bulungan Cakti, Letkol Inf Teguh Wiratama saat dikonfirmasi mengarahkan konfirmasi ke Komandan Batalyon (Danyon) 614 Raja Pandhita Malinau Letkol Inf Ferry Perbawa. “Telpon Danyonnya saja. Saya sedang naik speedboat dari Tarakan ke Malinau. Signal hilang-hilang,” singkatnya.  Saat dihubungi, Danyon 614 Raja Pandhita Malinau Letkol Inf Ferry Perbawa tidak merespons panggilan pewarta. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 02 Desember 2022 07:55

UMK Bulungan Diproyeksi Rp 3.362.895

TANJUNG SELOR – Usai penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan…

Jumat, 02 Desember 2022 07:43

Menembus Krayan, Bangun 40 Jembatan Semi Permanen

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan nasional dari Krayan di Kabupaten…

Jumat, 02 Desember 2022 07:36

Kesiapan Pemda Sambut Investor

TANJUNG SELOR – Penandatanganan kesepakatan bersama terjalin antara Pemerintah Kabupaten…

Kamis, 01 Desember 2022 09:25

Penguatan Regulasi Sentra Gakkumdu

ARAH kebijakan penanganan pelanggaran Pemilu yang ditangani Sentra Penegakkan Hukum…

Kamis, 01 Desember 2022 09:16

APBD Kaltara Naik Rp 528,9 M

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Dewan Perwakilan Rakyat…

Kamis, 01 Desember 2022 08:46

Jual Sirip Ikan Pari Terancam 8 Tahun

TANJUNG SELOR – Dugaan tindak pidana penjualan sirip ikan pari…

Kamis, 01 Desember 2022 08:42

Masih Ada 12 Kilometer Belum Diperbaiki

TANJUNG SELOR – Peningkatan jalan nasional di wilayah Kalimantan Utara…

Rabu, 30 November 2022 01:36

Pendalaman Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa 50 Agen Kapal

TARAKAN - Penyidikan masih dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)…

Rabu, 30 November 2022 01:33

Niat Nikah Secara Sah Malah Ditipu

TARAKAN - Kantor Urusan Agama (KUA) Tarakan Timur mendapatkan laporan…

Rabu, 30 November 2022 01:28

Beberapa Jalan di Bulungan Usulkan Naik Status Jadi Jalan Nasional

TANJUNG SELOR - Beberapa ruas jalan yang saat ini menjadi…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers