MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 23 November 2022 14:02
Ungkap Barang Tak Berizin (Lagi)
DIMUSNAHKAN: Barang ilegal asal negara tetangga Malaysia yang dimusnahkan dengan cara ditanam dalam tanah oleh Disperindagkop dan UKM Kaltara.

TANJUNG SELOR - Belum sepekan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kalimantan Utara (Kaltara) memusnahkan barang Malaysia yang beredar tanpa izin.

Pada Selasa (22/11), Disperindagkop dan UKM Kaltara kembali memusnahkan lagi barang ilegal. Diketahui, barang ilegal tersebut merupakan sitaan yang dilakukan pada Senin (21/11) lalu, pukul 19.00 Wita. Sejumlah produk Malaysia tak berizin seperti Milo dan gula pasir merek Prai, ditanam dalam tanah.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara Hasriyani mengaku, menerima laporan dari pihak Intel Korem 092/Maharajalilla. Di mana mereka meminta bantuan dari tim, untuk melakukan penyitaan dan sidak. Disperindagkop dan UKM turun ke lokasi yang berada di Gang Padaidi, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor.

“Kami menerima informasi dari Intel Korem 092/Maharajalilla. Informasi yang kami terima, ada dua truk barang diduga ilegal,” ungkapnya, Selasa (22/11).

Di lokasi, lanjutnya, ditemukan dua truk yang berisi Milo asal Malaysia dan gula pasir merek Prai. Meski tidak penuh, namun barang yang ada dalam truk merupakan barang Malaysia yang tidak memiliki izin. Dua kardus Milo asal Malaysia dan 8 karung gula.

Berdasarkan temuan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyita barang ilegal tersebut. “Leading sektor untuk penyitaan ada di kepolisian. Apalagi kami juga tim, maka kita libatkan kepolisian. Namun berdasarkan hasil koordinasi, akhirnya sepakat untuk memusnahkan barang ilegal itu,” terangnya.

Meski tidak dibeberkan pemilik barang ilegal itu, namun Disperindagkop dan UKM Kaltara memastikan sudah beberapa kali transaksi jual beli barang ilegal asal Malaysia. “Kami sudah pernah memberi teguran dan pembinaan. Namun masih melakukan hal serupa, tapi bukan dalam pengawasan dan penindakan,” tuturnya. (fai/uno)


BACA JUGA

Jumat, 02 Desember 2022 07:55

UMK Bulungan Diproyeksi Rp 3.362.895

TANJUNG SELOR – Usai penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan…

Jumat, 02 Desember 2022 07:43

Menembus Krayan, Bangun 40 Jembatan Semi Permanen

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan nasional dari Krayan di Kabupaten…

Jumat, 02 Desember 2022 07:36

Kesiapan Pemda Sambut Investor

TANJUNG SELOR – Penandatanganan kesepakatan bersama terjalin antara Pemerintah Kabupaten…

Kamis, 01 Desember 2022 09:25

Penguatan Regulasi Sentra Gakkumdu

ARAH kebijakan penanganan pelanggaran Pemilu yang ditangani Sentra Penegakkan Hukum…

Kamis, 01 Desember 2022 09:16

APBD Kaltara Naik Rp 528,9 M

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Dewan Perwakilan Rakyat…

Kamis, 01 Desember 2022 08:46

Jual Sirip Ikan Pari Terancam 8 Tahun

TANJUNG SELOR – Dugaan tindak pidana penjualan sirip ikan pari…

Kamis, 01 Desember 2022 08:42

Masih Ada 12 Kilometer Belum Diperbaiki

TANJUNG SELOR – Peningkatan jalan nasional di wilayah Kalimantan Utara…

Rabu, 30 November 2022 01:36

Pendalaman Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa 50 Agen Kapal

TARAKAN - Penyidikan masih dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)…

Rabu, 30 November 2022 01:33

Niat Nikah Secara Sah Malah Ditipu

TARAKAN - Kantor Urusan Agama (KUA) Tarakan Timur mendapatkan laporan…

Rabu, 30 November 2022 01:28

Beberapa Jalan di Bulungan Usulkan Naik Status Jadi Jalan Nasional

TANJUNG SELOR - Beberapa ruas jalan yang saat ini menjadi…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers