MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Minggu, 13 Desember 2015 15:03
Kembali ke Kurimulum 2006

Disdikbudpora Kaltara Tunggu Petunjuk Kemendikbud

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan kurikulum 2006 bagi seluruh sekolah pada semester genap tahun depan. Sehingga, sekolah masih punya waktu sekitar empat bulan untuk menyesuaikan dengan penerapan kurikulum tersebut.

Rencananya, Kemendikbud akan mengundang Dinas Pendidikan se-Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Utara, sebelum mengembalikan penerapan ke kurikulum 2006. Di sisi lain, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kaltara masih menunggu surat edaran dari Kemendikbud. “Sampai hari ini (kemarin, Red.) surat edaran resmi maupun undangan untuk membahas mengenai kurikulum 2006 belum kita terima,” terang Sekretaris Disdikbudpora Kaltara, Eko Harjianto, saat dikonfirmasi Bulungan Post.

Eko mengakui, pihaknya hanya menunggu pemberlakuan kurikulum 2006 dari Kemendikbud. Bila sudah ada surat edaran resmi, Disdikbudpora Kaltara akan meneruskan ke Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota yang ada di Kaltara.

Saat ini, terdapat beberapa sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2006. Meskipun sebelumnya pembelajaran kurikulum 2013 telah diterapkan. Menurutnya, antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 tak ada yang membedakan. “Kurikulum tersebut hanya suatu perangkat pembelajaran subtansi bagi siswa untuk menguasai saat proses belajar,” jelasnya.

Kurikulum 2006 dan kurikulum 2013, mengajarkan siswa untuk meningkatkan kecerdasan secara jasmani, sosial maupun rohani. Namun, bila kurikulum 2006 kembali diterapkan, Disdikbudpora akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

“Biasa sebelum diterapkan, seluruh Dinas Pendidikan provinsi akan diundang untuk membahas bersama. Bila kurikulum 2006 wajib diterapkan maka kita akan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk lokal kabupaten dan kota,” ungkap Eko. Meski pergantian kurikulum ini dirasa terburu-buru, namun ada penghematan di dalam anggaran pendidikan. Jika kurikulum 2013 diteruskan, akan lebih mahal ongkos untuk para pelajar. (*/uno/udi)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 September 2021 11:50

Kata Bupati PSN Harus Benar-Benar Dikawal

Bupati Bulungan Syarwani, meminta agar Program Strategis Nasional (PSN), harus…

Sabtu, 25 September 2021 19:05

Jadi Tolak Ukur Event Kesenian

TANJUNG SELOR – Sebelum menggelar agenda rutin tahunan, yakni Musik…

Sabtu, 25 September 2021 19:02

Progres KIPI Mesti Dikawal

TANJUNG SELOR – Program Strategis Nasional (PSN) untuk pembangunan Kawasan…

Jumat, 24 September 2021 20:38

6 Bulan PDPB Bertambah

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Bulungan mencatat ada 922 orang masuk…

Kamis, 23 September 2021 16:58

Gangguan Jaringan Berangsur Teratasi

TANJUNG SELOR – Selama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tiga…

Kamis, 23 September 2021 16:37

Antisipasi Terpapar, Panitia SKD Di-Swab

TANJUNG SELOR – Pemeriksaan swab antigen tidak hanya diberlakukan kepada…

Kamis, 23 September 2021 16:29

Perbaikan Butuh Waktu 2-4 Pekan

TERJADINYA gangguan jaringan internet dalam beberapa hari belakangan ini, menghambat…

Kamis, 23 September 2021 15:28

APBD Bulungan Naik Puluhan Miliar di Perubahan

TANJUNG SELOR–Pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P), terus dikejar.…

Kamis, 23 September 2021 15:27

Mina Padi di Salimbatu Berdampak Positif

TANJUNG SELOR–Bupati Bulungan Syarwani belum lama ini meninjau panen ikan…

Senin, 20 September 2021 20:51

2 Desa Belum Teraliri Listrik

TANJUNG SELOR – Hingga saat ini masih ada desa yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers