MANAGED BY:
JUMAT
30 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA
Jumat, 17 Februari 2017 12:08
Alasan Tak Ada Uang Receh, Uang Kembalian Diganti Permen
Ilustrasi

PROKAL.CO,

MESKI ada ancaman hukum satu tahun penjara dan denda Rp 200 juta sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Mata Uang, tak membuat pelaku usaha keder mengganti uang kembali dengan permen.

Praktik tersebut masih saja dijumpai baik di swalayan maupun toko-toko sembako. Tidak adanya uang receh atau uang pecahan seperti Rp 100, Rp 200, Rp 500, atau Rp 1.000 menjadi alasan.

Prayudi misalnya, pemilik toko sembako di Jalan Salak, mengaku kesulitan mendapatkan uang receh sehingga memilih menggunakan permen sebagai pengganti uang kembalian sisa belanja pembeli.

“Jadi pakai permen aja yang paling gampang,” ujarnya, Kamis (16/2).

Kendati demikian, dirinya pun menyadari mengganti uang kembalian dengan permen merupakan pelanggaran. Namun, lagi-lagi dirinya beralasan kesulitan mendapatkan uang receh atau uang pecahan kecil.

“Uang logam baru saja belum beredar di sini (Bulungan), sedangkan warung besar juga masih sering memberikan permen,” sambungnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers