MANAGED BY:
KAMIS
09 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Selasa, 17 November 2015 17:11
Karakter Dukun Beranak Mengundang Gelak Tawa

Ketika Kader Posyandu Tanjung Selor Berakting Drama

DRAMA: Penampilan kader Posyandu Tanjung Selor mengundang gelak tawa sejumlah peserta Jambore Kader Posyandu, beberapa waktu lalu.

Kader Posyandu memiliki peran dalam upaya kesehatan dan pelayanan terhadap masyarakat. Namun dibalik semua itu, ternyata kader Posyandu mempunyai bakat dalam berakting drama. Salah satunya penampilan dari Kader Posyandu Tanjung Selor.

PURWANTO, Tanjung Selor

JAMBORE Kader Posyandu merupakan ajang untuk menambah pengetahuan dan menjalin silaturahmi dengan kader-kader lainnya, dari berbagai kecamatan yang ada di Bulungan. Jambore tersebut baru pertama kali dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, pada tahun ini. Pelaksanaan telah berlangsung sejak 9 sampai dengan 12 November lalu di halaman Dinkes Bulungan.

Jumlah yang mengikuti jambore tersebut sebanyak 102 kader se Kabupaten Bulungan. Saat penutupan pada Kamis (12/11) lalu, sejumlah peserta disuguhkan penampilan Kader Posyandu Tanjung Selor yang berakting drama. Pemain drama tersebut berjumlah 8 orang, terdiri dari kader Posyandu, Tim Penggerak PKK dan petugas Puskesmas Tanjung Selor.

Mereka membawakan cerita tentang 1.000 hari kehidupan. Cerita drama mengisahkan bagaimana dikalangan masyarakat bidan kandungan belum terlalu dikenal. Karena lebih memilih melakukan persalinan dengan dukun beranak.

Sebelum memulai drama, sejumlah pemain menari mengikuti lagu yang diputar. Terlebih lagu yang diputar cukup populer ditelinga masyarakat, yakni “Goyang Dumang” yang dilantunkan penyanyi Cita Citata. Terlihat mereka begitu lugas menari meskipun sebagian pemain drama berusia paru baya.

Usai menari, mereka langsung memainkan peran masing-masing. Ada yang menjadi ibu, perempuan yang sedang hamil, kader Posyandu, bidan hingga dukun beranak. Bermula dari seorang anak perempuan yang sedang bercerita dengan ibunya mengenai kondisi kandungannya. “Aduh mak, perutku sudah sakit sekali mungkin akan melahirkan,” rintih anak perempuan kepada sang ibu.

“Sabar dulu ya nak, nanti kita periksakan kandunganmu. Coba kita panggilkan dukun beranak yang biasa menangani kelahiran yang ada di desa ini,” jawab sang ibu. Tak berselang lama, muncul dukun beranak dengan dandanannya membuat sejumlah peserta jambore lainnya tertawa.

Dukun beranak berdandan menggunakan jilbab ditambah aksesoris berupa kacamata namun terbalik cara memakainya. Hal itu sontak membuat seluruh peserta tertawa termasuk tamu undangan yang hadir. Apalagi tamu undangan yang hadir, diantaranya Penjabat Bupati Bulungan, Syaiful Herman dan Ketua DPRD Bulungan, Syarwani.

Sang dukun beranak pun menghampiri perempuan yang tengah merintih kesakitan karena ingin melahirkan. Sebelum memeriksakan kondisi perempuan tersebut, dukun beranak ingin meminta sesuatu kepada sang ibu. “Nanti harus disiapkan segala keperluan yang saya inginkan,” ujar sang dukun.

Setelah melakukan cara tradisional dengan cara diurut-urut perut perempuan hamil tersebut, tiba-tiba muncul pemeran drama lainnya. Wanita separo baya dengan membawa peralatan persalinan menghampiri perempuan hamil dan sang ibu. Termasuk dukun beranak yang sudah sejak awal berada di rumah perempuan hamil tersebut.

“Aduh jangan seperti itu (diurut-urut) perutnya. Bisa berbahaya, kalau menggunakan cara seperti itu bagi kandungan,” tegur bidan kandungan kepada sang dukun beranak. Sontak membuat dukun beranak kesal, karena dia merasa sudah terbiasa menangani perempuan yang ingin melahirkan dengan cara diurut-urut perutnya.  

“Saya sudah biasa tangani perempuan yang ingin melahirkan. Semua rata-rata perempuan yang saya tangani baik-baik saja tuh,” kilah dukun beranak.

Apa yang diucapkan sang dukun beranak dengan logat khas, selalu mengundang gelak tawa sejumlah peserta jambore yang menyaksikan. Meskipun diguyur hujan gerimis, namun tak menyurutkan pemain drama dalam menyuguhkan cerita.

Sekitar 30 menit berakting,  salah satu pemain drama membacakan kesimpulan bahwa persalinan lebih baik ditangani bidan kandungan. Hal itu untuk memastikan kondisi bayi dan ibu dalam kondisi sehat. (*/app)


BACA JUGA

Rabu, 08 Desember 2021 22:19

Kreativitas Olah Makanan Non Beras

TANJUNG SELOR – Lomba tumpeng non beras dilaksanakan untuk memperingati…

Selasa, 07 Desember 2021 20:21

Pemkab Bulungan Bangun 7 Titik Jaringan Irigasi

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani meresmikan bantuan pembangunan Jaringan…

Senin, 06 Desember 2021 20:54

Wings Air Terbang ke Tanjung Selor, Minimal Terisi 30 Penumpang

TANJUNG SELOR - Setelah setahun tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19,…

Senin, 06 Desember 2021 20:50

Lokasi Kembali Dipindah

TANJUNG SELOR - Pembangunan Gedung DPRD Kaltara akan dianggarakan pada…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:46

Pembangunan di Bulungan Terbantu

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani bersama jajaran Balai Prasarana…

Jumat, 03 Desember 2021 12:13

16 Kasus Kematian Ibu Selama Tahun 2020 di Kaltara

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina…

Kamis, 02 Desember 2021 21:06

Antisipasi Kegiatan Ilegal

TANJUNG SELOR – Sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman…

Kamis, 02 Desember 2021 21:02

KM Subur Indah Ditemukan Sebelah Timur dari Karang Unarang, Begini Kondisinya...

TARAKAN - Pencarian hari ketiga KM Subur Indah yang mengalami…

Kamis, 02 Desember 2021 10:14

Bulungan Mau Kembangkan Kakao, Belajarnya di Berau

TANJUNG SELOR–Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan mengirimkan sejumlah petani untuk mempelajari…

Rabu, 01 Desember 2021 20:37

Dorong OPD Andal dalam Kelola Arsip

TANJUNG SELOR - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Suriansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers