MANAGED BY:
MINGGU
29 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 12 Juni 2017 12:44
Kapal Pengangkut Pupuk Disapu Ombak
KAPAL TENGGELAM: Petugas KSOP Tarakan membuat laporan akan peristiwa, kemarin (11/6).

TARAKAN – Masyarakat yang ingin bepergian menggunakan transportasi laut harus waspada. Pasalnya, cuaca yang kurang bersahabat memakan korban. Minggu (11/6), sekira pukul 03.00 Wita, sebuah kapal pengangkut pupuk tenggelam di muara Sungai Bara, Kabupaten Bulungan setelah diterjang ombak.

Lima anak buah kapal bersama nakhoda dan pemiliknya selamat dari musibah tersebut, setelah sempat terombang–ambing di luat selama beberapa jam dengan menggunakan pelampung kapal.

Nakhoda KM Hari Sompe yang tenggelam, Syahlul, membeberkan kapal yang dinakhodainya tenggelam ketika melakukan perjalanan dari Tarakan menuju Sekatak. Di tengah perjalanan, tepatnya di muara Sungai Bara, kapal tiba–tiba dihantam ombak setinggi 1,5 meter, dan air pun masuk ke lambung kapal.

Pompa yang digunakan untuk membuang air dari lambung kapal, tak mampu mengatasi persoalan. Sehingga perlahan-lahan kapal menghilang dari permukaan. “Pas kejadian gerimis–gerimis saja, tetapi angin kencang dan gelombang cukup tinggi. Kapal lama-kelamaan miring dan langsung hilang, tenggelam,” ungkapnya saat ditemui Bulungan Post di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, kemarin (11/6).

Menurut Syahlul, ketika menuju Sekatak, kapal dengan kapasitas 33 GT yang dinakhodainya mengangkut 60 ton pupuk dari pelabuhan perikanan Jalan Gajah Mada. Akibat kejadian ini, pemilik Kapal mengalami kerugian hingga Rp 350 juta. Belum termasuk pupuk yang diangkut.

Sementara itu, Komandan Patroli dan Humas KSOP Tarakan Syaharuddin mengungkapkan, masih melakukan koordinasi dengan pemilik kapal apakah kerangka kapal yang tenggelam akan dievakuasi atau tidak, dan mengidentifikasi apakah posisi kapal yang tenggelam berada di jalur kapal atau tidak.

“Kami takutkan bangkai kapal ini berada di jalur pelayaran. Kami masih melakukan identifikasi bersama dengan pemilik kapal,” ujarnya.

Syaharuddin menduga, kecelakaan ini memang diakibatkan cuaca buruk yang dalam beberapa hari kurang bersahabat. Sedangkan untuk kondisi kapal sendiri ia nilai masih bagus dan dilengkapi dengan surat-surat pelayaran.

Oleh karena itu, bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut diharapkan untuk berhati–hati, jangan sampai mengesampingkan alam hingga berakibat fatal. “Kalau sudah cuaca, itu di luar dari kemampuan awak kapal seperti yang terjadi dengan KM Hari Sompe. Padahal ABK sudah berusaha mengeluarkan air dengan alkon (pompa air), dan mengubah haluan supaya kapal kandas, tetapi tidak berhasil dan akhirnya tenggelam,” terangnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers