MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 26 Juli 2017 12:19
Nakhoda Speedboat Maut Itu Diperiksa 3,5 Jam
Ilustrasi

KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan telah memeriksa nakhoda sekaligus pemilik speedboat SB Rejeki Baru Kharisma, Aris Rusdianto alias Bongket.

Pemeriksaan yang dimulai pukul 11.30 Wita hingga 15.00 Wita, Aris ditanya seputar peristiwa yang dialaminya, terutama sebelum musibah itu terjadi. Dari hasil pemeriksaan sementara, masih belum diketahui pasti penyebab kecelakaan. Sebab, Aris pun mengaku tidak mengetahui persis penyebabnya.

“Menurut keterangan si nakhoda, dia tidak tahu penyebab pastinya kapal itu (terbalik, Red), karena tiba-tiba miring ke kiri dan dia membanting, akhirnya kapal itu terbalik,” ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan Syaharuddin, Selasa (26/7).

Menurutnya, Aris juga mengaku bahwa tidak ada sesuatu barang yang menghalangi jalur kapal itu. Selain itu, kondisi ombak maupun cuaca di perairan Tarakan pada hari Selasa juga sangat bersahabat. Kecepatan speedboat saat bertolak dari Tarakan juga masih dalam batas normal.

Namun, ketika coba mengatasi ketidakseimbangan speedboat pascaoleng, nakhoda sempat menambah kecepatan speedboat, dan akhirnya terbalik.

Syaharuddin juga menyebutkan bahwa nakhoda sebenarnya bukan orang baru di pelayaran Tarakan. Ia memiliki pengalaman cukup lama membawa speedboat, sejak 1984. Selain itu, surat-surat berlayarnya juga lengkap.

“Namun dia (nakhoda) tidak tahu persis masalahnya apa,” tegasnya.

Pihaknya masih merencanakan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang dianggap mengetahui prestiwa itu. Pemeriksaan sendiri akan dilanjutkan hari ini, dengan memanggil anak buah kapal (ABK).

Menurutnya, pemeriksaan ini baru sekadar untuk mencari tahu penyebab kecelakaan speedboat. Jika sudah diketahui akan ditingkatkan pada tahap penyidikan untuk mencari siapa tersangkut dari kasus ini.

Terlepas hasil pemeriksaan sementara terhadap nakhoda, Syaharuddin membantah jika pihaknya lalai dalam mengawasi pelayaran di Pelabuhan Tengkayu I, terutama SB Rejeki Baru Kharisma yang dinilai penumpang mengalami over kapasitas dan kurangnya keamanan pelayaran.

Menurutnya, kondisi yang terjadi di dalam SB Rejeki Baru Kharisma sebelum terbalik, memang di luar sepengetahuan pihaknya. Dimana ditemukan ada penumpang yang sampai berada di atas speedboat ketika berlayar. Padahal, pihaknya sudah sering menekankan agar tidak ada penumpang yang berada di luar speedboat.

“Saya dengan tegas sebenarnya sudah sering melarang di pelabuhan, supaya tidak ada penumpang yang ada di atas (speedboat), kecuali awak kapal. Namun, di luar daripada pengawasan kami di jalan, mereka ada naik di atas kapal. Mungkin yang ada di atas kapal adalah awak kapal yang dikira penumpang, tapi saya tidak tahu persis,” urainya.

Syaharuddin juga menegaskan bahwa berdasarkan keterangan nakhoda, tidak banyak barang yang berada di speedboat tersebut. Hanya tas-tas milik penumpang sehingga pihaknya mengizinkan speedboat itu berlayar.

Dia juga membantah kalau pihaknya tidak melakukan pengecekkan sebelum speedboat berangkat. Menurutnya, ini karena masyarakat yang masih kurang menyadari akan pentingnya keselamatan dalam pelayaran.

“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk menggunakan (alat keselamatan, Red), ternyata keselamatan itu bukan hanya milik petugas, tapi kesadaran bersama,” ujarnya.

“Dan itu juga dilakukan pengecekkan oleh petugas. Kapal yang diawasi tidak hanya satu. Tapi bukan itu merupakan jawaban saya, yang jelas telah dilakukan pemeriksaan sebelum berangkat, karena ada petugas di sana. Kalau memang pada saat lepas tali anggota saya enggak ada, mungkin mengecek kapal yang lain lagi, karena kapal bukan hanya satu dua,” sambungnya.

Syaharuddin juga menegaskan bahwa pihaknya rutin memeriksa standar kelayakan life jacket yang dimiliki speedboat. Buktinya, ratusan life jaket sudah diamankan dari sejumlah speedboat yang tidak menyiapkan life jacket standar dengan jumlah sesuai kapasitas penumpang.

Mengenai penggunaan life jacket saat pelayaran, menurut Syaharuddin, itu hanya persoalan teknis saja. Ia sendiri tidak mempersoalkan jika life jacket digunakan saat berlayar. Hanya saja, dalam kondisi penuh, penumpang terkadang butuh kenyamanan dalam berlayar sehingga tidak menggunakan life jacket.

Di sisi lain, ia menilai penggunaan life jacket saat berlayar dengan kondisi speedboat yang tertutup, belum menjamin keselamatan pelayaran, karena ketika terbalik, justru bisa menyusahkan penumpang itu saat mencoba keluar dari speedboat.

“Ketika kapal terbalik malah tidak bisa menggunakan life jacket. Karena apa? Terapung. Mau keluar bagaimana? Dia harus pakai life jacket di luar,” jelasnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Senin, 08 Agustus 2022 10:51

Di Tarakan, Pemohon Warga Tidak Mampu Membludak

TARAKAN - Pemkot Tarakan menambah kuota afirmasi dalam Penerimaan Peserta…

Senin, 08 Agustus 2022 10:46
Pemkab Bulungan Masih Mendata

Nasib Honorer Mengambang, Masih Tunggu Arahan Lanjutan dari Pemerintah Pusat

Pemkab Bulungan masih mendata jumlah tenaga honorer yang ada saat…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:16

Pendapatan APBN Alami Kenaikan

TANJUNG SELOR - Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I,…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:03

Katanya Kuota Melimpah, Antrean Mengular, DPRD Minta Dinas Terkait Turun ke Lapangan

Antrean mengular sepanjang ruas Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, masih sulit…

Sabtu, 06 Agustus 2022 21:07

Inginkan Masa Penahanan di Lapas Tarakan

TANJUNG SELOR – Agenda persidangan perkara ilegal mining dengan terdakwa…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:52

Barang Bukti Ilegal Dibakar

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Tarakan Wilayah…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:47

Sementara hanya 2 Saksi

TANJUNG SELOR - Sidang perkara ilegal mining dengan terdakwa Hasbudi,…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:45

Waspadai Kosmetik Ilegal, Temukan 1.740 Produk Tanpa Izin Edar

TARAKAN – Masyarakat agar lebih waspada dalam pembelian kosmetik. Apalagi…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:57
4 Bulan, Sudah 47 Kg Sabu Asal Malaysia Diamankan di Nunukan

3 Kurir Sabu di Nunukan Terancam Hukuman Mati

NUNUKAN – Tiga orang kurir narkotika golongan I jenis sabu,…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:55

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Kaltara, Terduga Terlapor Belum Diperiksa

TANJUNG SELOR – Terjadinya dugaan jual beli jabatan di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers