MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Kamis, 28 Januari 2016 18:11
Empat Ibu Hamil Alami Anemia
PERIKSA KANDUNGAN: Bidan Puskesmas Tanjung Selor memeriksa ibu hamil mantan pengikut Gafatar yang saat ini berada di penampungan.

BUKAN sekadar memberikan perhatian kepada anak-anak eks Gafatar untuk dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bulungan pun memperhatikan kesehatan bagi ibu-ibu yang kini tengah mengandung.

Di penampungan sementara tersebut, ada 4 orang ibu dalam kondisi hamil. Tiga ibu memiliki usia kandungan 7 bulan dan satu lagi sudah berusia 9 bulan. Agar kesehatan ibu dan anak yang dikandung dalam kondisi sehat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan menugaskan bidan Puskesmas untuk memberikan pelayanan.

Kepala Puskesmas Tanjung Selor, dr Widya menyatakan, penanganan bagi ibu hamil seperti biasa yang ditangani bidan. Tentu ibu-ibu yang tengah mengandung harus mendapat pemeriksaan kesehatan. “Hari ini (kemarin, Red.) bidan bertugas untuk memeriksa kesehatan mereka (ibu hamil) dan bersiaga. Apalagi ada satu ibu yang usia kandungan tinggal hitungan hari, diperkirakan melahirkan awal Februari,” ujar Widya kepada Bulungan Post.

Bila sudah masuk masa persalinan, ibu hamil tersebut bisa dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Saat ini pemeriksaan dilakukan dan pemberian vitamin bagi janin yang dikandung ibu hamil tersebut. Pemberian vitamin, untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko terjadinya pendarahan dan serangan penyakit. Dikarenakan berada di penampungan, rentan terserang penyakit. Apalagi kondisi hamil, harus tetap menjaga kesehatan baik bagi si ibu maupun bayi yang di dalam kandungan.

Mulyati, Bidan Puskesmas yang bertugas memeriksa kandungan ibu-ibu eks Gafatar ini, mengatakan ibu-ibu yang tengah mengandung tersebut kekurangan asupan gizi serta mengalami anemia (kurang darah). Anemia dialami ibu-ibu karena jumlah sel darah merah atau Hemoglobin (protein pembawa oksigen) sangat kurang.

“Sel darah bagi ibu hamil normalnya berada di angka 11. Saat diperiksa rata-rata di angka 8 dan itu sangat tidak baik untuk janin yang dikandungnya,” terang wanita 44 tahun ini. Bahkan, diakuinya, terdapat satu ibu hamil yang cacingan.

Sedangkan bagi ibu yang sudah memasuki usia kandungan 9 bulan, akan mendapat perhatian dan pemeriksaan rutin. “Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanjung Selor selalu siaga di penampungan. Bila sudah ingin melahirkan bisa dibawa ke Puskesmas. Saya selama masih dibutuhkan akan siap memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu-ibu ini,” ujarnya.

Mulyati mengimbau kepada ibu-ibu hamil tersebut, setelah diperiksa untuk menjaga kesehatan. Terutama asupan makanan harus yang bergizi, demi kesehatan si buah hati yang ada dalam kandungan. Selain itu, dianjurkan selalu kontrol kandungan dan hindari hal-hal yang bisa memicu stres.

“Kita sudah memberikan pengobatan yang dibutuhkan, untuk menjaga kesehatan selama di penampungan,” imbuhnya.

Mulyati melanjutkan, ada juga satu ibu hamil yang usia kandungannya 7 bulan, saat diperiksa mengalami gangguan yang bisa berdampak pada kesehatan si calon bayi.

Dalam kondisi seperti itu, bisa saja melahirkan secara prematur, meskipun usia kandungan belum menginjak 9 bulan. “Ibu yang mengalami gejala gangguan tidak boleh banyak pikiran, harus dibawa santai,” pungkasnya.

Bagi ibu hamil yang berada di penampungan, tak perlu mengkhawatirkan mengenai biaya persalinan. Karena pemerintah sudah menjamin. Hal itu diungkapkan Kepala Dinsos Bulungan, Idewan Budi Santoso, bagi ibu-ibu yang ingin melahirkan biaya diberikan secara gratis. Meskipun penanganan persalinan nanti dilakukan di rumah sakit umum sekalipun.

“Melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit yang ada di Tanjung Selor, biaya ditanggung pemerintah. Termasuk untuk proses pemeriksaan dan pengobatan bagi pengungsi yang menderita sakit, dan harus rawat inap,” singkat Budi saat meninjau pengungsi di penampungan.

Tetapi bagi Catirah, ibu hamil yang usia kandungannya sudah 9 bulan, sangat berharap segera dipulangkan karena ingin menjalani proses persalinan di kampung halamannya, Purbalingga. “Saat ini tinggal tunggu hari untuk melahirkan, perkiraan awal bulan depan lahiran. Saya menunggu proses pemulangan, bila cepat terlaksana bisa saja melahirkan di kampung halaman,” ungkapnya. (*/uno/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers